JurnalLugas.Com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadia tetap teguh menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto tanpa kompromi, meski mendapat serangan negatif di media sosial.
Menurut Idrus, komitmen Bahlil sejalan dengan filosofi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan Pancasila sebagai landasan kebijakan. “Pak Prabowo mengajak kita menyadari bahwa Indonesia ini rumah besar bangsa yang harus dirawat,” kata Idrus di Jakarta, Sabtu (25/10).
Idrus menjelaskan, merawat bangsa berarti menegakkan nilai kekeluargaan, gotong royong, solidaritas, nasionalisme, dan kepentingan rakyat. Ia menilai serangan dan framing negatif terhadap Bahlil merupakan bentuk “paradoks demokrasi” di era keterbukaan informasi.
“Kebijakan Bahlil di sektor energi menunjukkan keberpihakan tegas kepada rakyat, bukan kelompok tertentu. Memperjuangkan keadilan harus adil, demokrasi harus demokratis, cita-cita mulia dengan ketulusan, bukan fitnah,” tegas Idrus.
Idrus menambahkan, Bahlil selalu berpegang pada arahan Presiden Prabowo dan memahami perannya sebagai pembantu Presiden. Hal ini membuatnya konsisten berada dalam lingkaran kebijakan nasional.
Sebelumnya, dua organisasi sayap Golkar, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), mendatangi Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri, Senin (20/10). Mereka mengkonsultasikan dugaan penghinaan terhadap Bahlil di media sosial yang dinilai melanggar UU ITE dan Pasal 310 KUHP.
Idrus menegaskan, langkah tersebut bukan arahan partai maupun perintah dari Bahlil. “Tidak ada kebijakan partai untuk melapor. Ini murni ekspresi semangat anak muda menjaga muruah organisasi dan pemimpin,” jelasnya. Kepolisian menyatakan AMPG dan AMPI baru melakukan konsultasi, belum ada laporan resmi.
Bahlil sendiri menanggapi kritik dan meme negatif di media sosial dengan santai. Ia mengaku terbiasa dihina sejak kecil karena latar belakangnya bukan dari keluarga pejabat atau kaya. “Saya hanya anak kampung, hinaan itu sudah biasa sejak SD,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (24/10).
Meski begitu, Bahlil menegaskan tidak akan membiarkan intervensi pihak manapun terhadap arah kebijakan negara, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral, sesuai arahan Presiden Prabowo.
Baca berita lainnya: JurnalLugas.Com






