Cuan Besar! Laba PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) Grup Salim Tembus Rp1,25 Triliun, Naik 55%

JurnalLugas.Com — Emiten perkebunan kelapa sawit milik Grup Salim, PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), mencatat kinerja keuangan gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,25 triliun, meningkat 55 persen dibandingkan Rp802 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan laba tersebut turut mendorong laba per saham naik signifikan menjadi Rp183 per saham, dari sebelumnya Rp118 per saham.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Jumat (31/10/2025), pendapatan LSIP tumbuh 35 persen menjadi Rp3,96 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price) serta peningkatan volume penjualan produk sawit.

“Kinerja positif LSIP tahun ini mencerminkan kombinasi strategi efisiensi biaya, perbaikan produktivitas kebun, dan momentum kenaikan harga CPO global,” ujar salah satu analis pasar yang enggan disebut namanya.

Secara operasional, laba kotor perseroan meningkat 37 persen menjadi Rp1,47 triliun, sementara laba usaha melonjak 62 persen menjadi Rp1,29 triliun. Capaian ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat efisiensi operasional dan margin keuntungan.

Hingga akhir September 2025, total aset LSIP tercatat mencapai Rp14,78 triliun, dengan total liabilitas Rp1,42 triliun, serta total ekuitas Rp13,59 triliun. Struktur keuangan yang sehat tersebut menjadi fondasi kuat bagi LSIP dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Analis menilai, prospek industri sawit pada kuartal IV-2025 masih cukup solid seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan ekspor, terutama dari sektor energi dan pangan.

Dengan performa keuangan yang terus menguat, LSIP diyakini akan tetap menjadi salah satu pemain utama di industri kelapa sawit Indonesia yang berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Kunjungi berita ekonomi terkini lainnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  BEI Cabut Saham FORU dan UDNG dari Papan Pemantauan Khusus Ini Alasannya

Pos terkait