JurnalLugas.Com — PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masih menyimpan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp4,28 triliun hingga akhir 2025. Dana jumbo tersebut merupakan sisa dari IPO yang digelar pada 2021 dan saat ini ditempatkan pada instrumen keuangan berisiko rendah seperti deposito berjangka, giro perbankan, serta Surat Berharga Negara (SBN) Republik Indonesia.
Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan Kamis (15/1/2026), manajemen mencatat bahwa dalam tiga bulan terakhir perseroan mempercepat realisasi penggunaan dana IPO hingga Rp3,19 triliun. Langkah ini sejalan dengan perubahan strategi pemanfaatan dana yang disesuaikan dengan dinamika pasar dan kebutuhan bisnis.
Per 30 September 2025, sisa dana IPO Bukalapak sempat berada di level Rp7,47 triliun sebelum kembali terserap pada kuartal terakhir tahun lalu.
Sebagai informasi, Bukalapak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021 dan berhasil menghimpun dana bersih IPO sebesar Rp21,3 triliun. Hingga 31 Desember 2025, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana IPO mencapai Rp17,04 triliun.
Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk modal kerja induk usaha sebesar Rp8,3 triliun. Sementara sisanya disalurkan ke anak-anak usaha, dengan porsi terbesar mengalir ke PT Buka Mitra Indonesia (BMI) senilai Rp1,2 triliun dari total rencana Rp2,56 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menegaskan bahwa penyerapan dana IPO dilakukan secara terukur dan penuh kehati-hatian. Menurutnya, perseroan tetap memprioritaskan keberlanjutan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Perseroan menerapkan pendekatan selektif dalam realisasi dana IPO dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan profil risiko, agar setiap keputusan investasi mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujarnya singkat.
Adapun dana IPO yang belum digunakan ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan dengan tingkat imbal hasil bervariasi, mulai dari 2,25 persen hingga 6,75 persen per tahun, di luar giro yang tidak memberikan bunga.
Rinciannya, Bukalapak menempatkan deposito sebesar Rp1,17 triliun di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan bunga 5,25 persen per tahun. Selain itu, perseroan memiliki dana giro di Bank CIMB Niaga senilai Rp453,8 miliar dengan imbal hasil sekitar 5 persen. Untuk instrumen SBN berdenominasi rupiah, portofolio Bukalapak tercatat mencapai Rp900 miliar dengan tingkat kupon sekitar 2 persen.
Strategi penempatan dana ini dinilai sebagai langkah konservatif perusahaan dalam menjaga likuiditas sekaligus mengoptimalkan hasil dari dana yang belum terealisasi untuk ekspansi agresif.
Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com






