JurnalLugas.Com — Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar eceran nasional kembali mengalami dinamika pada perdagangan Jumat pagi (20/2/2026). Berdasarkan data resmi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional atau PIHPS yang dikelola Bank Indonesia, cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok hortikultura.
Mengacu pada pembaruan data terbaru PIHPS, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp95.500 per kilogram. Sementara itu, komoditas protein hewani berupa telur ayam ras berada di level Rp35.600 per kilogram di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Harga Bawang dan Beras Ikut Bergerak
Selain cabai, harga bawang merah juga terpantau berada di angka Rp51.550 per kilogram. Adapun bawang putih dijual di kisaran Rp43.500 per kilogram.
Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I berada di harga Rp14.500 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II menyentuh Rp15.150 per kilogram.
Kemudian, beras kualitas medium I tercatat Rp16.550 per kilogram dan medium II Rp15.700 per kilogram. Sementara beras kualitas premium atau super I berada di level Rp17.050 per kilogram dan super II di harga Rp16.800 per kilogram.
Cabai dan Daging Masih Fluktuatif
Harga cabai merah besar tercatat Rp50.300 per kilogram, diikuti cabai merah keriting Rp65.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau berada di kisaran Rp61.250 per kilogram.
Untuk komoditas daging, harga daging ayam ras berada di angka Rp43.750 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas I diperdagangkan Rp138.500 per kilogram dan kualitas II di kisaran Rp132.200 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Stabil
Komoditas gula pasir premium dijual Rp20.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp18.800 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, harga minyak curah tercatat Rp20.650 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek I berada di angka Rp23.750 per liter dan kemasan bermerek II di harga Rp22.550 per liter.
PIHPS menyebutkan bahwa perubahan harga pangan strategis ini dipengaruhi oleh distribusi pasokan dan permintaan di sejumlah wilayah. “Pergerakan harga komoditas masih dalam tahap penyesuaian pasar,” tulis keterangan singkat PIHPS dalam laporan hariannya.
Pantau terus perkembangan harga pangan terbaru hanya di
https://JurnalLugas.Com






