JurnalLugas.Com — Upaya pemberantasan narkotika lintas negara kembali mencatatkan hasil signifikan. Tim gabungan dari Bareskrim Polri bersama Interpol berhasil meringkus buronan kelas kakap Andre Fernando alias Ko Andre alias “The Doctor” di Penang.
Penangkapan ini menjadi titik penting dalam pengungkapan jaringan distribusi narkotika internasional yang selama ini memasok berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa operasi tersebut merupakan hasil koordinasi intensif lintas lembaga dan negara.
“Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi bersama yang melibatkan Dittipidnarkoba Bareskrim, Divisi Hubinter Polri, dan Interpol. Target berhasil diamankan di Penang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ditangkap Saat Bersembunyi di Luar Negeri
Andre Fernando diketahui telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak awal Maret 2026. Ia diduga kuat menjadi pemasok utama narkotika jenis sabu kepada jaringan bandar di Indonesia, termasuk sindikat yang dipimpin Erwin Iskandar alias Koko Erwin.
Penangkapan dilakukan pada Minggu (5/4/2026), saat yang bersangkutan berada di wilayah Malaysia. Setelah diamankan, Andre langsung diproses untuk dipulangkan ke Indonesia guna menjalani pemeriksaan intensif.
“Saat ini yang bersangkutan dalam perjalanan menuju Indonesia dengan pengawalan ketat petugas,” kata Eko.
Modus Pengiriman Boneka Hingga Vape
Dari hasil penyelidikan, Andre alias The Doctor diketahui memiliki metode distribusi yang terorganisir dan beragam. Ia memanfaatkan jalur darat, laut, hingga kargo udara untuk menyelundupkan barang haram ke Indonesia.
Salah satu modus yang digunakan adalah menyembunyikan sabu dalam boneka yang kemudian dikemas dalam kotak kado, guna mengelabui petugas. Selain itu, ia juga memasok vape yang mengandung zat etomidate serta produk yang dikenal sebagai “happy water”.
Jaringan distribusinya mencakup sejumlah wilayah strategis, termasuk Dumai, yang menjadi pintu masuk melalui jalur laut dari Malaysia.
Jaringan Luas hingga Tempat Hiburan Malam
Investigasi awal mengungkap bahwa jaringan Andre tidak hanya memasok ke wilayah Nusa Tenggara Barat, tetapi juga menyasar pasar di ibu kota melalui tempat hiburan malam, termasuk jaringan yang beroperasi di kawasan Jakarta.
Ia tercatat telah melakukan transaksi sabu setidaknya dua kali kepada Koko Erwin, yang kini juga menjadi fokus pengembangan kasus oleh aparat.
Penangkapan ini mempertegas komitmen aparat dalam memutus rantai peredaran narkotika, khususnya yang melibatkan jaringan internasional. Kolaborasi lintas negara dinilai menjadi kunci dalam memburu pelaku yang beroperasi di luar yurisdiksi Indonesia.
Penyidik kini mendalami lebih jauh struktur jaringan, aliran barang, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat tersebut.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(SF)






