JurnalLugas.Com – Dua siswi asal Kabupaten Karo yang diduga menjadi korban program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjalani pemeriksaan dan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, pemindahan kedua pasien dilakukan agar mereka memperoleh pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan secara lebih menyeluruh.
Kedua pasien diberangkatkan ke Jakarta bersama keluarga menggunakan pesawat komersial. Mereka juga didampingi tenaga medis selama perjalanan.
Menurut Bobby, langkah tersebut dilakukan setelah ada arahan Wakil Presiden serta permintaan keluarga agar kedua pasien mendapatkan penanganan lanjutan di Jakarta.
“Penanganannya kita optimalkan sesuai kebutuhan pasien,” ujar Bobby, Sabtu (12/9/2026).
Bobby juga meminta tim medis RSCM melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tidak hanya kondisi fisik, aspek psikologis kedua pasien juga diminta menjadi perhatian apabila memang diperlukan.
Ia menilai kondisi mental anak tidak boleh diabaikan, terutama setelah mengalami peristiwa yang dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas mereka.
“Kalau diperlukan, penanganan fisik dan psikis harus dilakukan,” katanya.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan keracunan massal setelah ratusan siswa di Kabupaten Karo mengonsumsi menu MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 361 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi serta sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan.
Ratusan siswa tersebut mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dari total pasien, 270 orang menjalani rawat inap dan 89 lainnya mendapat perawatan jalan.
Dua pasien lainnya kemudian menjadi perhatian khusus hingga akhirnya dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di tengah proses penanganan, Bobby juga meminta masyarakat dan media menghentikan komentar negatif maupun perundungan terhadap para siswa yang menjadi korban.
Menurutnya, para siswa membutuhkan dukungan untuk menjalani proses pemulihan, bukan tekanan tambahan dari lingkungan sekitar.
Pemerintah kini menaruh perhatian pada kondisi kedua pasien yang dirawat di RSCM sekaligus memastikan penanganan medis dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com.
(Catur)






