Dipecat PDIP Usai Temui Jokowi, Achmad Hidayat Kini Resmi Gabung PSI

JurnalLugas.Com – Achmad Hidayat resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah dipecat dari PDI Perjuangan (PDIP). Perpindahan politik mantan pengurus DPC PDIP Surabaya itu terjadi setelah polemik kunjungannya ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Achmad mengaku memilih PSI setelah berdiskusi dengan sejumlah kader partai tersebut. Ia menghubungi Josiah Michael, kader PSI Surabaya, sebelum akhirnya bertemu di sebuah warung kopi.

Bacaan Lainnya

Menurut Achmad, tempat pertemuan itu dipilih dengan mempertimbangkan kebiasaan warga Surabaya menyelesaikan persoalan melalui obrolan santai.

“Gaya arek Surabaya itu mencari titik temu sambil cangkruk dan ngopi,” kata Achmad, Senin (12/10/2026).

Dalam proses tersebut, Achmad juga bertemu dengan dua kader PDIP Surabaya, Arief Wirawan dan Eusebius Purwadi. Keduanya disebut memiliki keinginan serupa untuk meninggalkan PDIP dan bergabung dengan PSI.

Achmad menjelaskan, Purwadi masih menjabat Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya sekaligus berada di Badan Pemenangan Saksi Nasional tingkat kota. Sementara itu, Arief merupakan mantan Ketua PAC PDIP Tambaksari.

Soroti Posisi Kader di Akar Rumput

Keputusan Achmad meninggalkan PDIP tidak hanya berkaitan dengan persoalan pemecatan. Ia mengungkapkan, diskusi dengan sejumlah kader juga menyoroti posisi kader di tingkat bawah dalam kehidupan partai.

Menurut dia, sebagian kader merasa perannya lebih banyak diarahkan untuk mengumpulkan suara saat pemilu. Padahal, kegiatan politik seharusnya juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kehidupan demokrasi yang sehat.

“Berpartai bukan sekadar menjadi mesin suara, tetapi juga melayani masyarakat dan membangun ekosistem demokrasi yang sehat,” ujar Achmad.

Setelah melalui pembicaraan tersebut, Achmad memutuskan mendaftarkan diri sebagai anggota PSI Surabaya. Ia mengaku mengurus pendaftaran secara mandiri dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

“Saya mendaftar sendiri dan menerima KTA PSI pada Sabtu malam,” katanya.

Bergabungnya Achmad ke PSI menandai babak baru perjalanan politiknya setelah sebelumnya menjadi bagian dari struktur kepengurusan PDIP Surabaya.

Rangkaian Pemecatan dari PDIP

Sebelum keluar dari PDIP, Achmad pernah menjabat Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya untuk masa bakti 2019–2024. Masa kepengurusannya kemudian diperpanjang pada 2025.

Polemik bermula ketika Achmad mengunjungi kediaman Jokowi pada Juli 2026. Ia mengunggah dokumentasi pertemuan tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Sekitar sebulan kemudian, DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan Achmad kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Ia kemudian dipanggil pada 26 Agustus 2026 untuk memberikan klarifikasi di hadapan Komite Etik dan Disiplin partai.

Seusai menjalani pemeriksaan, Achmad bersama sejumlah kader menyampaikan pernyataan sikap yang memuat tiga tuntutan.

Mereka meminta pemulihan hak pengurus DPC, PAC, dan ranting yang terlibat memenangkan pemilu; mengusulkan rehabilitasi keanggotaan Jokowi di PDIP; serta meminta agar pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dikawal.

Usulan rehabilitasi Jokowi itu kemudian dipublikasikan Achmad melalui surat terbuka di akun Instagram pribadinya pada 27 Agustus 2026.

Namun, proses tersebut berakhir dengan keputusan pemecatan. Surat keputusan bernomor 105/KPTS/DPP/2026 ditetapkan di Jakarta pada 4 September 2026 dan ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

Kini, setelah resmi menjadi kader PSI, Achmad membawa pengalaman dan persoalan politik yang mengiringi kepergiannya dari PDIP ke partai barunya.

Perpindahan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana perbedaan sikap politik dapat berujung pada perubahan afiliasi partai.

Baca berita politik lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto news)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Presiden Jokowi Sahkan UU Nomor 61 Tahun 2024 tentang Kementerian Negara

Pos terkait