MKD Ada Staf dan Anggota DPR RI yang Main Judol Habiburokhman Nilai Transaksi Miliaran

JurnalLugas.Com – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengungkapkan bahwa terdapat 60 orang di lingkungan Kompleks Parlemen Senayan yang terlibat dalam judi online (Judol). Dari jumlah tersebut, dua orang di antaranya diduga adalah anggota DPR RI, sementara sisanya merupakan staf yang bekerja di lingkungan DPR RI.

Anggota MKD DPR RI, Habiburokhman, menjelaskan bahwa angka tersebut didapatkan setelah menerima surat dari Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online, Hadi Tjahjanto. “Dari 60 orang itu, 58 adalah staf atau karyawan yang bekerja di DPR RI, belum tentu semuanya anggota DPR RI. Memang ada dua orang anggota DPR RI yang diduga terlibat,” ujar Habiburokhman saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/7/2024).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  MKD DPR RI Setujui Penanganan Lanjutan 5 Anggota Nonaktif, Termasuk Adies Kadir dan Ahmad Sahroni

Habiburokhman menambahkan bahwa MKD DPR RI akan mendalami laporan tersebut dan melakukan klarifikasi terhadap dua anggota DPR RI yang diduga terlibat dalam kasus judi online. “Kami akan melakukan pendalaman dan klarifikasi kepada yang bersangkutan,” katanya.

Selain itu, Habiburokhman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, mengungkapkan bahwa perputaran uang dari judi online ini mencapai miliaran rupiah. “Nilai transaksi mencapai Rp1,926 miliar,” ujarnya.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, turut mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 orang anggota legislatif terlibat dalam judi online. “Kami menemukan lebih dari 1.000 orang anggota legislatif pusat dan daerah yang bermain judi online,” kata Ivan dalam paparannya saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, pada Rabu (26/6/2024).

Baca Juga  MKD DPR Hentikan Gaji 5 Anggota Nonaktif Termasuk Adies Kadir dan Ahmad Sahroni

Ivan membeberkan bahwa dari 1.000 orang anggota legislatif tersebut, terdiri dari anggota DPR RI, DPRD, dan Sekretariat Jenderal (Setjen). “Ada lebih dari 63 ribu transaksi yang dilakukan oleh mereka,” tambahnya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait