Ribka Tjiptaning Kudatuli Tragedi Mengguncang Mengubah Wajah Demokrasi Indonesia

JurnalLugas.Com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, atau yang akrab disapa Ning, menyatakan bahwa peristiwa Kudatuli atau kerusuhan 27 Juli 1996 merupakan pemantik lahirnya reformasi yang membawa Indonesia pada era demokrasi dan kebebasan pers saat ini. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mengakhiri hegemoni Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun.

“Tanpa Kudatuli, tidak akan ada reformasi,” ujar Ning dalam sebuah diskusi bertajuk “Kudatuli, Kami Tidak Lupa” yang digelar di kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Sabtu, 20 Juli 2024. Kudatuli sendiri merujuk pada pengambilalihan paksa Kantor DPP PDI yang dikuasai oleh Megawati Soekarnoputri oleh massa pendukung Soerjadi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Siap Bergabung Puan PDIP Solid Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ning menekankan bahwa reformasi membawa perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan di Indonesia. “Tanpa reformasi, anak buruh tidak akan bisa menjadi gubernur, anak petani tidak bisa menjadi bupati atau wali kota, dan anak tukang kayu tidak mungkin menjadi presiden,” ujarnya. Hingga 28 tahun berselang, pengorbanan berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan demokrasi telah dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak.

Sebelum Kudatuli, ada Tragedi Gambir yang menurut Ning juga harus diingat sebagai bagian dari rangkaian peristiwa menuju reformasi. “Kita sudah digebuk duluan di Gambir. Saya ingat betul, saya diselamatkan oleh Pak Pangat, Ketua DPC Jakarta Barat. Walaupun dimasukkan ke dalam taksi, taksinya juga dihancurkan, digebukin. Itulah dulu rezim Soeharto,” kenangnya.

Diskusi tersebut juga dihadiri oleh mantan aktivis gerakan reformasi Partai Rakyat Demokratik (PRD), Wilson Obrigados, serta sejumlah jajaran DPP PDIP seperti Sri Rahayu, Yuke Yurike, dan Bonnie Triyana. Ketua Umum Repdem, Wanto Sugito, dan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, turut mengikuti acara tersebut melalui daring.

Baca Juga  PDIP soal Timur Tengah, Hasto Negara Super Power Jangan Langgar Kedaulatan

Reformasi yang terjadi pasca-Kudatuli membawa perubahan besar dalam tatanan politik Indonesia, membuka jalan bagi demokrasi yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan kepada berbagai lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan dan pengorbanan pada masa lalu tidak sia-sia dan terus memberikan manfaat hingga kini.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait