JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, tengah berupaya untuk mendapatkan kembali buku partai yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama proses pemeriksaan. Buku tersebut dikatakan memuat arahan langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang berkaitan dengan data penting untuk Pilkada Serentak 2024.
Hasto telah mengajukan permohonan kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK agar buku tersebut dikembalikan, karena menurutnya dokumen itu sangat penting bagi partai. “Saya telah berusaha menghubungi Dewan Pengawas karena buku tersebut berisi informasi yang sangat krusial bagi partai,” ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, pada Kamis, 15 Agustus 2024.
Menurut Hasto, penyitaan buku ini dapat menimbulkan persepsi negatif di mata publik, seolah-olah ada intervensi hukum yang dilakukan untuk mempengaruhi hasil Pilkada. Ia juga mencurigai adanya upaya untuk menempatkan calon kepala daerah yang disukai oleh pihak berkuasa. “Buku itu menyimpan informasi rahasia mengenai Pilkada dan berbagai arahan dari Ibu Megawati Soekarnoputri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hasto mengaitkan penyitaan buku ini dengan dugaan adanya upaya pengambilalihan PDI Perjuangan yang sebelumnya sempat diungkapkan oleh Megawati. Ia menegaskan bahwa rumor tentang upaya tersebut kini mulai terlihat jelas.
Pada 10 Juni, Hasto menjalani pemeriksaan selama empat jam oleh penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019–2024 yang melibatkan tersangka Harun Masiku.
Meski demikian, Hasto mengungkapkan bahwa pertemuan dengan penyidik hanya berlangsung selama 1,5 jam, dan pemeriksaan tersebut belum menyentuh inti kasus.
Selain itu, Hasto menyatakan keberatannya atas penyitaan tas dan ponsel miliknya oleh penyidik. Pada hari yang sama, penyidik juga menyita ponsel milik Kusnadi, buku tabungan, kartu ATM, dan buku agenda DPP PDI Perjuangan.






