JurnalLugas.Com – Alibaba Group Holding Ltd, salah satu raksasa teknologi asal China, telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk membantu penjualan obligasi dalam dua mata uang, yakni dolar Amerika Serikat (USD) dan yuan China (CNY). Langkah ini bertujuan untuk melunasi utang luar negeri perusahaan serta mendanai program pembelian kembali saham (buyback).
Strategi Pendanaan Baru
Penjualan surat utang ini dilakukan setelah Alibaba sebelumnya menerbitkan obligasi konversi bernilai besar pada awal tahun 2024. Menurut pernyataan yang dirilis Minggu, 17 November 2024, jumlah pokok dan tingkat suku bunga surat utang ini masih dalam tahap penentuan. Namun, Alibaba diperkirakan akan menjual obligasi senilai total hingga USD 5 miliar.
Rencananya, perusahaan ini akan menawarkan obligasi senior tanpa jaminan (senior bond) dalam denominasi dolar dengan tiga pilihan jatuh tempo, yakni 5,5 tahun, 10,5 tahun, dan 30 tahun. Sementara itu, obligasi luar negeri dalam denominasi yuan akan memiliki tenor 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun.
Tren Positif di Pasar Obligasi Asia
Imbal hasil (yield) surat utang dalam dolar AS di kawasan Asia telah menyentuh posisi terendah dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini didorong oleh kebijakan stimulus yang dikeluarkan pemerintah Beijing, sehingga meningkatkan daya tarik investasi pada instrumen utang di wilayah tersebut.
Langkah Alibaba ini juga mencerminkan strategi perusahaan untuk memperkuat likuiditas sahamnya. “Kami ingin meningkatkan pembelian kembali saham di pasar AS karena likuiditas yang lebih tinggi,” kata CFO Alibaba, Toby Xu, pada 15 November 2024.
Saham Alibaba sendiri sempat turun hampir 25% dari posisi tertinggi pada Oktober, meskipun secara keseluruhan naik sekitar 14% sepanjang 2024.
Tujuan Penggunaan Dana
Selain untuk buyback saham, hasil dari penjualan obligasi ini juga akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional umum perusahaan. Pada Mei 2024, Alibaba sempat mencatat rekor penjualan obligasi konversi senilai USD 5 miliar melalui skema private offer. Ini merupakan salah satu pencapaian terbesar perusahaan Asia dalam denominasi dolar.
Penawaran kali ini akan menjadi penjualan surat utang publik pertama Alibaba sejak tahun 2021, ketika perusahaan menyelesaikan kesepakatan multi-segment senilai USD 5 miliar.
Respon Pasar terhadap Penawaran Baru
Berita mengenai penjualan obligasi ini memengaruhi premi imbal hasil obligasi dolar Alibaba, yang naik 3 hingga 5 basis poin (bps) pada Senin, 18 November 2024. Sebagai perbandingan, obligasi berdenominasi dolar dengan peringkat investasi di Asia mencatat pelebaran hanya 2 hingga 3 bps pada periode yang sama, menurut data dari para pedagang kredit.
Untuk mendukung penawaran ini, Alibaba telah meminta bank mitranya mengatur serangkaian konferensi dengan investor pendapatan tetap di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, yang akan dimulai pada Senin ini.
Langkah Alibaba dalam menerbitkan obligasi dengan denominasi dolar dan yuan mencerminkan upaya strategis perusahaan untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan nilai saham. Dengan kondisi pasar obligasi Asia yang sedang menguntungkan, Alibaba berharap dapat meraih dukungan besar dari para investor global.






