JurnalLugas.Com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajukan usulan agar Presiden Ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dianugerahi gelar pahlawan nasional. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyatakan bahwa Gus Dur telah berjasa besar dalam memperjuangkan nilai-nilai kebhinnekaan, persatuan, dan kemanusiaan yang kini dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Dalam acara Silaturahim Kebangsaan yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (13/12), Cak Imin menyampaikan pandangannya bahwa pengabdian Gus Dur untuk bangsa ini sangat layak dihormati. “Kami menginisiasi dengan berani agar Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Semoga hal ini segera terwujud untuk bangsa kita,” ujar Cak Imin pada Sabtu (14/12/2024).
Inspirasi Gus Dur bagi Bangsa Indonesia
Cak Imin menekankan bahwa meski Gus Dur tidak memerlukan gelar pahlawan untuk diakui kontribusinya, bangsa Indonesia membutuhkan sosoknya sebagai simbol inspirasi. “Gus Dur adalah pelopor perdamaian dan keadilan. Cita-citanya menjadi semangat kami untuk terus memperjuangkan kebhinnekaan, keragaman, dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.
PKB juga memastikan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam membangun kehidupan yang harmonis dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Cak Imin menyatakan tekad untuk menghidupkan nilai-nilai Gus Dur di berbagai aspek pemerintahan dan masyarakat.
Upaya Pemulihan Nama Baik Gus Dur
Wakil Ketua Umum PKB, Rusdi Kirana, mengungkapkan bahwa Fraksi PKB di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah berupaya menghapus Tap MPR Nomor II/MPR/2001 terkait pertanggungjawaban Gus Dur selama masa kepemimpinannya. Menurut Rusdi, penghapusan ini bertujuan untuk memulihkan nama baik Gus Dur dan membuka jalan bagi pengukuhannya sebagai pahlawan nasional.
“Bagi kami, Gus Dur sudah menjadi pahlawan nasional dalam hati. Namun, pengakuan resmi akan semakin mengukuhkan warisannya bagi bangsa,” ujar Rusdi.
Silaturahim Kebangsaan untuk Mengenang Gus Dur
Acara bertajuk Mengenang Guru Bangsa Gus Dur tersebut menghadirkan berbagai tokoh lintas agama dan budaya, seperti Romo Magnis, Xs. Budi Tanuwibowo dari Matakin, dan Wisnu Bawa Tenaya dari Parisada Hindu Dharma Indonesia. Mantan Panglima Pasukan Berani Mati, Gus Nuril, serta Kepala Wisma Sangha Theravada Indonesia, YM Bhikku Dhammasubho Mahathera, turut memberikan pandangan tentang perjuangan Gus Dur.
Ketua Fraksi PKB MPR, Neng Eem Marhamah, serta tokoh lainnya juga hadir dalam acara tersebut. Mereka bersama-sama menandatangani rekomendasi yang mendesak pemerintah melalui MPR untuk mengangkat Gus Dur sebagai pahlawan nasional.
Gus Dur: Simbol Kebhinnekaan dan Kemanusiaan
Gus Dur dikenal sebagai sosok pluralis yang memperjuangkan hak-hak semua golongan tanpa diskriminasi. Semasa hidupnya, ia menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kebebasan beragama, dan persatuan. Pengakuan sebagai pahlawan nasional diharapkan menjadi penghormatan atas jasa-jasanya yang tak lekang oleh waktu.
Melalui langkah ini, PKB berkomitmen menjaga warisan Gus Dur dan mengukuhkan posisinya sebagai simbol inspirasi yang abadi bagi bangsa Indonesia. Dengan pengusulan ini, perjuangan Gus Dur dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadilan sosial dapat terus dikenang dan dilanjutkan oleh generasi mendatang.






