JurnalLugas.Com – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2024 semakin memanas dengan berbagai spekulasi yang beredar di publik. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dikabarkan masih berpeluang untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada tersebut. Namun, hingga saat ini, partai yang identik dengan warna hijau itu masih menunggu keputusan dari PDIP, yang dikenal dengan lambang banteng moncong putih.
Rumor mengenai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilkada Jabar terus berkembang. Salah satu pasangan yang santer disebut adalah Ono Surono-Acep Adang Hidayat. Namun, hingga kini, kepastian mengenai pasangan ini belum jelas, terlebih dengan munculnya kabar bahwa PDIP mungkin akan mengusung Anies Baswedan berpasangan dengan Ono Surono.
Hedi Ardia, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan bahwa jika hingga Kamis malam pukul 21.00 WIB PDIP belum memberikan kabar mengenai pendaftaran bakal calon, maka PKB akan memutuskan untuk mengusung pasangan calon sendiri.
“Infonya, jika sampai jam 21.00 WIB tidak ada kabar dari PDIP, PKB akan mendaftar sendiri,” ungkap Hedi dalam sebuah pesan singkat.
Sebagai antisipasi jika koalisi dengan PDIP tidak terealisasi, PKB dikabarkan telah menyiapkan pasangan Acep Adang Ruhiat-Gita KDI. Kabar terbaru menyebutkan bahwa para petinggi PKB sedang dalam perjalanan menuju Kantor KPU Jabar untuk melakukan pendaftaran.
Hingga Kamis malam, sudah ada dua pasangan calon yang resmi mendaftar untuk Pilkada Jabar. Pasangan pertama adalah Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, yang diusung oleh koalisi Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PSI, PAN, serta hampir semua partai nonparlemen di Jawa Barat. Pasangan kedua yang telah mendaftar adalah Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, yang diusung oleh PKS, PPP, dan Partai Nasdem.
Dengan dinamika politik yang terus berkembang, persaingan dalam Pilkada Jabar 2024 dipastikan akan berlangsung sengit. Semua pihak kini menantikan keputusan final dari PKB dan PDIP yang akan menentukan arah politik di Jawa Barat.






