Romahurmuziy Pengurus PPP Introspeksi Diri Taubatan Nasuhah

JurnalLugas.Com – Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy, mengeluarkan seruan penting untuk seluruh jajaran pengurus DPP PPP. Dalam pernyataannya, Romy, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa seruan taubatan nasuhah bukanlah kritik kepada individu, melainkan seruan kolektif bagi seluruh pengurus untuk meminta maaf secara terbuka atas kegagalan membawa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masuk ke Senayan pada Pemilu 2024.

“Kegagalan ini adalah yang pertama dalam sejarah 11 kali keikutsertaan PPP di pemilu. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, seluruh jajaran DPP harus meminta maaf secara kesatria kepada kader dan simpatisan di seluruh Indonesia,” ujar Romy di Jakarta pada Jumat malam, 13 Desember 2024.

Bacaan Lainnya

Seruan Evaluasi dan Regenerasi

Romy menekankan pentingnya introspeksi mendalam atas kegagalan ini. Ia mendorong pengurus DPP untuk mengevaluasi kinerja selama Pemilu 2024 dan Pilkada serentak. Menurutnya, evaluasi yang matang diperlukan untuk memastikan kesalahan yang sama tidak terulang pada pemilu mendatang.

Baca Juga  Thobahul Aftoni Agus Suparmanto Terpilih Jadi Ketum PPP Mardiono Klaim Menang Aklamasi

Selain evaluasi, Romy juga menyerukan pembukaan ruang bagi munculnya pemimpin-pemimpin baru di tubuh PPP. Ia percaya bahwa regenerasi dan penyegaran kepemimpinan dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang Ka’bah tersebut.

Ketimpangan Suara dan Kegagalan Strategi

Dari sisi perolehan suara, Romy menjelaskan bahwa secara nasional PPP masih mendapatkan dukungan signifikan di tingkat kabupaten/kota dengan lebih dari 8 juta suara. Namun, perolehan suara untuk DPR RI hanya mencapai 5,8 juta.

“Partai lain cenderung memiliki suara DPR RI yang lebih besar daripada suara kabupaten/kota. Artinya, ada kegagalan strategi di tingkat pusat yang harus menjadi fokus evaluasi,” ungkapnya.

Sikap Terbuka Terhadap Kritik

Sementara itu, Plt. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, juga menunjukkan sikap yang mendukung evaluasi dan kritik. Dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II DPP PPP, Mardiono menyatakan dirinya tidak alergi terhadap kritik atas kegagalan partai pada Pemilu 2024.

Baca Juga  PPP Memanas! Rusli Effendi Tolak Rommy Tawarkan Ketum ke Orang Luar

“Saya percaya bahwa di balik setiap ujian selalu ada peluang untuk bangkit lebih kuat. Saya terbuka terhadap evaluasi, kritik, dan pengakuan atas kekalahan ini. Sebagai manusia, kita harus berani mengakui kesalahan,” ujar Mardiono.

Dengan sikap terbuka terhadap kritik dan dorongan untuk introspeksi, PPP diharapkan dapat kembali memperkuat posisinya dalam politik nasional. Evaluasi menyeluruh, regenerasi kepemimpinan, dan strategi baru menjadi langkah-langkah krusial untuk mengembalikan kepercayaan kader dan simpatisan sekaligus memperbaiki kinerja pada pemilu mendatang.

Partai yang dikenal sebagai salah satu pilar politik Islam di Indonesia ini memiliki peluang besar untuk kembali bangkit, asalkan dapat belajar dari pengalaman dan memperbaiki kesalahan di masa lalu.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait