JurnalLugas.Com – Sejumlah daerah di Indonesia telah mengalokasikan anggaran dari APBD untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pada akhir pekan lalu. Program ini diharapkan dapat meningkatkan gizi anak-anak sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia.
Alokasi Anggaran Program MBG
Tito menjelaskan bahwa melalui koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda), kontribusi anggaran yang dialokasikan dari APBD kabupaten dan provinsi mencapai angka yang signifikan. “Sebagian daerah telah memasukkan alokasi anggaran ini dalam APBD mereka. Total kontribusi daerah untuk mendukung program ini diperkirakan mencapai Rp2,3 triliun hingga Rp2,5 triliun,” ujar Tito pada Sabtu (18/1/2025).
Tidak hanya itu, tambahan dari APBD provinsi yang memiliki pendapatan asli daerah (PAD) yang kuat diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Dengan anggaran ini, sekitar 4.000 satuan pelayanan gizi dapat dibangun di sekolah-sekolah.
Skema dan Penggunaan Anggaran
Dana yang dialokasikan akan digunakan untuk membangun sarana pelayanan gizi di sekolah, memproduksi pangan ternak untuk kebutuhan program, dan membangun infrastruktur penunjang. “Dana dari APBD ini bersifat hibah dan akan difokuskan untuk sekolah dasar. Nantinya, pemerintah provinsi akan mengalokasikan dana tersebut ke kabupaten/kota yang kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah,” tambah Tito.
Skema operasional MBG tetap berada di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). BGN juga akan bertugas menutupi kekurangan anggaran di daerah-daerah yang memiliki PAD rendah, seperti di wilayah Indonesia bagian timur.
“Ada daerah dengan PAD rendah yang hanya mampu mencakup kebutuhan MBG untuk 500 anak. Dalam kasus seperti ini, BGN akan turun tangan untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak di daerah tersebut,” jelasnya.
Harapan dari Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan gizi anak-anak Indonesia, khususnya di tingkat sekolah dasar. Pemerintah mendorong daerah-daerah dengan PAD yang kuat untuk terus mendukung program ini, sembari memastikan daerah yang kurang mampu tetap mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui BGN.
Langkah sinergis antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan program ini. Dengan begitu, setiap anak di Indonesia, terutama mereka yang berada di daerah tertinggal, dapat menikmati manfaat dari program gizi ini.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com






