Gibran Data Adalah Minyak Baru Kunci Indonesia Menang di Era Digital

JurnalLugas.Com – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan urgensi hilirisasi digital sebagai langkah strategis agar Indonesia tak hanya menjadi pasar digital, tapi juga pemain utama di era transformasi teknologi. Dalam pernyataannya pada Senin malam (26/5), Gibran menyebut bahwa data adalah “minyak baru” yang krusial dalam memenangkan persaingan global.

“Data akan menjadi informasi yang sangat berharga, menjadi the new oil, dan menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi,” kata Gibran.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan bahwa sumber kekayaan sebuah negara tidak lagi sekadar tanah, tambang, atau hasil alam, melainkan telah bergeser pada data, perilaku masyarakat, serta pola pikir yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.

Era Baru: Kompetisi Berdasarkan Data dan Aset Digital

Menurut Gibran, di era digital saat ini, tolak ukur kemajuan suatu bangsa tidak lagi hanya pada kekayaan sumber daya alam, melainkan sejauh mana bangsa itu mampu mengelola dan mengoptimalkan potensi datanya.

Baca Juga  Yusril Wapres Gibran Ngantor di Papua Tugas Prabowo

Indonesia, lanjut Gibran, memiliki keunggulan demografis yang luar biasa. Dengan lebih dari 280 juta penduduk, di mana 221 juta di antaranya adalah pengguna internet aktif, Indonesia menyimpan potensi besar dalam menghasilkan dan mengolah data digital.

Contoh Nyata: Pola Konsumsi Jadi Indikator Pasar

Gibran mencontohkan bagaimana perilaku konsumen dalam transaksi online bisa menjadi sumber data yang sangat penting. Ia menyebut kebiasaan membeli makanan berbasis ayam seperti ayam geprek, sate ayam, atau ayam goreng di suatu wilayah bisa menjadi penanda kebutuhan pasar yang nyata.

“Jika masyarakat di sebuah kota cenderung membeli makanan ayam secara online, maka itu sinyal bahwa ayam adalah kebutuhan utama di sana. Peluang usaha ayam potong tentu sangat menjanjikan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa analisis sederhana semacam itu, jika dilakukan secara masif dan lintas sektor, dapat menghasilkan peta kebutuhan pasar yang sangat akurat.

“Bayangkan jika analisis perilaku ini diterapkan untuk berbagai komoditas, di banyak kota, dengan beragam jenis transaksi,” ujarnya.

Indonesia Harus Jadi Pemain, Bukan Sekadar Pasar

Dalam pandangannya, Gibran menilai bahwa pengelolaan data dan algoritma digital tak boleh hanya menguntungkan pihak luar. Oleh karena itu, hilirisasi digital harus menjadi program nyata yang dilaksanakan secara strategis.

“Hilirisasi digital bukan sekadar jargon. Ini kebutuhan dan keharusan agar kita tidak hanya jadi pasar bagi negara lain,” tegas Gibran.

Ia menyerukan agar Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat harus mampu menguasai ekosistem digitalnya sendiri, memproduksi nilai tambah dari data, dan tidak hanya menjadi objek dalam peta ekonomi digital global.

Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait