Tukang Cukur Tikam Pelanggan Pakai Gunting Motifnya Bikin Geleng Kepala

JurnalLugas.Com – Seorang tukang cukur berinisial AP ditangkap aparat kepolisian Polsek Kramat Jati setelah diduga melukai pelanggannya dengan gunting. Insiden berdarah tersebut terjadi di sebuah lapak cukur di Jalan Raya Kerja Bakti, Kramat Jati, pada Jumat (6/6) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadholi, membenarkan penangkapan pelaku dan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap AP.

Bacaan Lainnya

“Sudah kita amankan di Mapolsek Kramat Jati dan kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Fadholi pada Selasa, 10 Juni 2025.

Cekcok Berujung Luka

Kronologi kejadian bermula dari perselisihan antara tukang cukur dan pelanggannya yang tidak puas dengan hasil potongan rambut. Pelanggan disebut terus melontarkan kata-kata kasar dan mengancam tidak akan membayar jasa cukur. Situasi memanas hingga akhirnya tukang cukur mengejar korban dan menyabet tangannya dengan gunting.

Korban mengalami luka dan langsung dibawa ke Puskesmas Kramat Jati untuk visum. Tidak lama setelahnya, korban melaporkan peristiwa itu ke polisi, yang kemudian langsung mengamankan pelaku dari tempat kejadian.

Saksi mata berinisial BA (35), yang merupakan rekan kerja pelaku, menyebut AP baru bekerja sebagai tukang cukur selama satu bulan dan merupakan tulang punggung keluarga.

“Orang tuanya belum tahu anaknya ditahan. Dia baru satu bulan kerja di sini, orang Garut,” ujar BA.

Pasal Penganiayaan Menjerat Pelaku

Atas perbuatannya, AP dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Pasal ini mengatur bahwa pelaku penganiayaan dapat dikenakan hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, atau denda maksimal Rp4,5 juta. Jika penganiayaan tersebut mengakibatkan luka berat, ancaman hukuman bisa meningkat hingga lima tahun penjara.

Viral di Media Sosial

Kejadian ini juga menyita perhatian publik setelah video keributan diunggah akun Instagram @info_jaktimbek. Dalam video tersebut, terlihat pelaku mengenakan topi, beradu mulut dengan pelanggan, lalu keduanya terlibat perkelahian hingga keluar dari lapak. Pada momen tertentu, pelaku tampak menyabet tangan korban dengan benda tajam yang diduga gunting.

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa keributan dipicu oleh protes pelanggan yang menilai hasil cukuran tidak rapi dan ancaman tidak akan membayar jasa cukur.

Peristiwa ini menambah deretan kasus kekerasan yang berawal dari konflik sepele. Polisi mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan kepala dingin dan tidak mengedepankan emosi yang dapat berujung pidana.

Untuk berita selengkapnya dan perkembangan kasus lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Keji Istri Ditusuk Suami Saat Ambil Ijazah Anak di Sekolah

Pos terkait