Covid-19 Meledak di Thailand Singapura Jepang Waspadai Liburan

JurnalLugas.Com — Liburan sekolah menjadi momen yang dinanti anak-anak dan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Banyak keluarga Indonesia memilih destinasi luar negeri, terutama negara-negara Asia seperti Jepang, Singapura, dan Thailand. Namun, di tengah euforia berlibur, masyarakat diimbau waspada terhadap lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara tujuan.

Thailand menjadi salah satu destinasi favorit berkat pesona pantai Phuket, Krabi, hingga Koh Lanta, serta udara sejuk kawasan pegunungan Chiang Mai dan Chiang Rai. Di balik panorama tersebut, data resmi dari Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mencatat lonjakan kasus signifikan.

Bacaan Lainnya

Dalam periode 24 Mei hingga 14 Juni 2025, terkonfirmasi 76.161 kasus infeksi Covid-19 dan 40 kematian baru. Dari jumlah tersebut, 72.166 pasien dirawat inap dan 3.995 menjalani rawat jalan, sehingga total kematian mencapai 154 kasus.

Lima provinsi dengan kasus tertinggi per 14 Juni 2025 adalah:

  • Bangkok: 17.945 kasus
  • Chon Buri: 3.315 kasus
  • Nakhon Ratchasima: 3.027 kasus
  • Chiang Mai: 2.678 kasus
  • Rayong: 1.775 kasus
Baca Juga  Varian Covid-19 LP.8.1 dan NB.1.8.1 Merebak Apa Bedanya dan Seberapa Bahaya?

Selain Thailand, Singapura juga mengalami lonjakan kasus. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) bersama Badan Penyakit Menular (CDA) melaporkan peningkatan signifikan sejak April 2025. Pada pekan 27 April – 3 Mei, tercatat 14.200 kasus baru, naik dari 11.100 di minggu sebelumnya. Jumlah pasien rawat inap pun meningkat dari 102 menjadi 133 orang.

“Gelombang Covid-19 berkala bisa terjadi seperti halnya penyakit pernapasan endemik lain,” demikian pernyataan resmi otoritas Singapura. Meski demikian, belum ada indikasi varian baru lebih menular atau mematikan dibanding sebelumnya.

Sementara itu, Jepang pada awal 2025 menandai lima tahun sejak kasus Covid-19 pertama mereka. Meski status ancaman diturunkan sejak Mei 2023, gelombang infeksi musiman terus muncul, menyebabkan korban jiwa mencapai lebih dari 130.000 jiwa hingga Agustus 2024.

Hong Kong juga melaporkan tren mengkhawatirkan. Minggu kedua Mei 2025, jumlah kasus mingguan melonjak ke 1.042 kasus, naik tajam dari hanya 92 kasus minggu sebelumnya dan 33 kasus pada awal Maret. Yang paling mencolok, tingkat positivitas naik drastis dari 0,31% di Maret menjadi 13,66% pada Mei.

Imbauan dari Kemenkes RI

Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat agar bijak dalam merencanakan perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara-negara dengan lonjakan kasus.

Baca Juga  Perang Thailand–Kamboja 2025 Konflik Berdarah Warisan Peta Kolonial Belum Usai

Membatasi (bukan melarang) perjalanan ke negara dengan kasus tinggi. Ikuti persyaratan dan protokol kesehatan setempat, ” ujar Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI.

Ia menambahkan bahwa pengawasan di pintu masuk negara tetap dilakukan sesuai situasi, meski belum ada pengetatan. Masyarakat diminta tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala Covid-19.

Lakukan vaksinasi booster, terutama bagi yang belum mendapatkannya,” tegas Aji.

Di tengah semangat berlibur, kewaspadaan tetap harus diutamakan. Kesehatan adalah modal utama agar momen liburan menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan bencana yang tak diinginkan.

Kunjungi berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait