JurnalLugas.Com — PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menetapkan Yulisar Khiat sebagai Direktur Utama menggantikan dr. Hasmoro melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Hermina Grand Ballroom, Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Penunjukan ini menandai langkah strategis perseroan dalam memperkuat kepemimpinan dan memperluas jaringan rumah sakit di Indonesia.
Yulisar bukan sosok baru di tubuh Hermina. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama dan telah mengabdikan diri lebih dari 40 tahun di perusahaan tersebut. Pengalaman panjang itu menjadikannya figur yang memahami secara mendalam perkembangan serta tantangan industri kesehatan yang dihadapi Hermina.
Dalam keterangannya, Yulisar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham. “Saya merasa terhormat atas amanah ini. Keberlanjutan Hermina adalah hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Saya berharap kolaborasi ini semakin solid dan membawa Hermina melangkah lebih jauh,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan serta memperkuat posisi Hermina sebagai jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia. “Kami akan terus berinovasi agar Hermina mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang aman, cepat, dan terjangkau,” tambahnya.
Saat ini, Hermina telah mengoperasikan 51 rumah sakit dengan kapasitas lebih dari 8.400 tempat tidur yang tersebar di seluruh Tanah Air. Di bawah kepemimpinan Yulisar, perusahaan menargetkan ekspansi berkelanjutan melalui pembukaan rumah sakit baru.
Sementara itu, Komisaris Utama Hermina, dr. Hasmoro, yang kini beralih dari jabatan Direktur Utama, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai Yulisar sebagai sosok yang tepat untuk membawa Hermina menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
“Manajemen baru diharapkan dapat menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan Hermina, sekaligus memperkuat ekspansi bisnis ke wilayah strategis,” ujar Hasmoro.
Menurut Hasmoro, perseroan menargetkan pembukaan dua rumah sakit baru pada tahun 2025, masing-masing berlokasi di Badung (Bali) dan Salatiga (Jawa Tengah). Dengan penambahan itu, Hermina akan mengoperasikan total 54 rumah sakit di seluruh Indonesia.
“Ekspansi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Pergantian pucuk pimpinan ini menandai babak baru bagi Hermina dalam memperkuat jaringan rumah sakit serta meningkatkan keunggulan kompetitif di industri layanan kesehatan nasional.
Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com






