JurnalLugas.Com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Kamis pagi dengan catatan positif. IHSG naik 10,14 poin atau sekitar 0,12 persen ke level 8.176,36, menandakan optimisme pelaku pasar masih bertahan di tengah beragam sentimen global.
Kenaikan juga tercermin pada indeks saham unggulan LQ45 yang menguat 1,21 poin atau 0,14 persen ke posisi 837,93. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama penguatan di awal sesi perdagangan.
Menurut analis pasar modal R. Dimas Putra, pergerakan IHSG yang positif di awal sesi mencerminkan respons investor terhadap data ekonomi global yang menunjukkan stabilitas inflasi di beberapa negara maju.
“Pelaku pasar melihat adanya peluang rebound di sektor perbankan dan komoditas, seiring tren penguatan rupiah serta harga minyak dunia yang mulai terkoreksi,” ujar Dimas di Jakarta, Kamis (30/10).
Sementara itu, investor asing masih mencatatkan aktivitas beli bersih di sejumlah saham unggulan, terutama di sektor keuangan, energi, dan konsumer. Kondisi tersebut memberi sinyal bahwa pasar domestik masih dianggap atraktif di tengah ketidakpastian global.
Analis lain menilai, penguatan IHSG berpotensi berlanjut jika rilis data ekonomi dalam negeri menunjukkan tren positif, terutama terkait pertumbuhan kredit dan inflasi Oktober. “Faktor internal seperti kinerja emiten kuartal III dan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga akan menjadi kunci pergerakan indeks dalam waktu dekat,” tambah Dimas.
Hingga pertengahan pekan ini, pelaku pasar cenderung berhati-hati sembari menantikan perkembangan pasar global, khususnya pergerakan bursa Wall Street dan harga komoditas utama seperti batu bara serta minyak mentah.
Dengan pembukaan yang positif, pelaku pasar diharapkan terus mencermati faktor eksternal dan domestik agar dapat mengambil langkah strategis dalam menghadapi dinamika pasar saham yang fluktuatif.
Baca berita ekonomi dan pasar modal terkini hanya di JurnalLugas.Com






