Mendagri Kinerja Daerah Bisa Langsung Dongkrak Elektabilitas di Pilkada 2028

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjawab pertanyaan awak media di Jakarta

JurnalLugas.Com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya kompetisi kinerja antarkepala daerah sebagai cara efektif meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Menurut Tito, daerah dengan capaian kinerja yang kuat memiliki peluang besar meraih apresiasi tingkat nasional, yang dapat berdampak positif pada citra kepala daerah menjelang Pilkada 2028.

Berbicara di Jakarta, Minggu 16 November 2025, Tito mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan oleh lembaga atau media bukan hanya simbol apresiasi, tetapi juga bukti nyata bahwa kinerja daerah diakui publik.

Bacaan Lainnya

“Kalau kepala daerah mendapatkan penghargaan dari media atau institusi kredibel, popularitas dan tingkat keterpilihannya biasanya ikut meningkat. Di Pilkada 2028, hal seperti ini bisa menjadi modal besar,” ujar Tito.

Kompetisi Kinerja Dorong Inovasi dan Perbaikan Pelayanan Publik

Tito menjelaskan bahwa penyelenggaraan penghargaan bagi kepala daerah merupakan ajang yang mampu memicu kompetisi positif. Setiap pemimpin daerah, kata dia, akan terpacu menunjukkan inovasi, memperbaiki birokrasi, dan menghadirkan program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warganya.

Baca Juga  Pilkada Tangsel Demokrat Usung Kader Gerindra Ahmad Riza Patria dan Komedian Marshel Widianto

Ia menegaskan, bagi kepala daerah yang belum mampu membawa pulang penghargaan, hal tersebut tak perlu menjadi beban. Justru situasi itu harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kinerja.

Pengamat Politik: Kinerja Nyata Lebih Berarti dari Sekadar Pencitraan

Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, melihat arahan Mendagri sebagai pesan kuat agar pemda tidak hanya bekerja rutin, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan signifikan. Menurutnya, dorongan tersebut penting mengingat masyarakat kini semakin kritis dalam menilai pemimpin.

“Ketika pemda bekerja maksimal, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari pembangunan yang lebih terarah, pelayanan publik yang membaik, hingga tingkat kesejahteraan yang meningkat,” kata Iwan di Jakarta.

Iwan menambahkan bahwa pola politik daerah selama ini menunjukkan kecenderungan yang konsisten: kepala daerah yang berprestasi umumnya kembali diinginkan masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Baca Juga  Pilkada Dipilih oleh DPRD Pembajakan Hak Politik Rakyat?

Penghargaan Penting, Tapi Aspirasi Masyarakat Tetap yang Utama

Meski penghargaan dapat menjadi nilai tambah, Iwan mengingatkan bahwa orientasi utama pemimpin daerah harus tetap pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar apresiasi dari sebuah institusi.

“Kepala daerah yang benar-benar berhasil adalah mereka yang meraih penghargaan paling tinggi, yakni kepercayaan rakyatnya sendiri karena keberhasilan memajukan daerah,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kualitas kinerja pemda, diharapkan tercipta kompetisi sehat antardaerah sehingga pembangunan bisa berlangsung lebih cepat, efektif, dan berorientasi pada kepentingan publik menjelang Pilkada 2028.

Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait