Reli Saham Grup Bakrie Melesat, BUMI dan DEWA Jadi Motor Penggerak

JurnalLugas.com — Saham-saham Grup Bakrie yang sebagian kepemilikannya juga melibatkan Grup Salim kembali memanas pada perdagangan Kamis (11/12/2025). Dua emiten sektor tambang dan energi menjadi lokomotif reli dengan kenaikan dua digit, memperkuat sentimen positif yang telah terbentuk sepanjang tahun ini.

Kenaikan harga tersebut beriringan dengan sejumlah aksi korporasi yang progresif, perbaikan fundamental emiten, serta meningkatnya optimisme investor terhadap prospek bisnis grup tersebut pada 2025.

Bacaan Lainnya

BUMI Cetak Level Tertinggi Sejak 2018

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.52 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meroket 12,27% ke level Rp366 per saham. Lonjakan ini menempatkan BUMI pada posisi tertingginya dalam lebih dari tujuh tahun terakhir.

Nilai transaksi BUMI mencapai Rp4,44 triliun, atau menyumbang sekitar 28% dari total transaksi bursa hingga siang hari. Angka ini menegaskan tingginya minat investor terhadap saham batu bara terbesar di Indonesia tersebut.

Secara bulanan, saham BUMI telah melesat 143%, dan secara year to date (YtD) terbang 207%, menjadi salah satu top performer indeks pada 2025.

Baca Juga  Medco Energi Alihkan Saham Anak Usaha ke Medco LNG, Nilai Transaksi Rp24,17 Miliar

Analis pasar modal M.Y., menilai penguatan ini bukan kejutan.
“Pergerakan hari ini hanya konfirmasi dari katalis yang sama—pasar sedang menanti kuasi reorganisasi dan peluang pembagian dividen,” ujarnya (10/12/2025).

DEWA Tembus Level Tertinggi 17 Tahun

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tidak kalah agresif. Harga sahamnya melonjak 11,90% ke Rp550 per saham, level tertinggi sejak awal 2008.

Dalam riset 19 November 2025, Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebut DEWA memasuki 2025 dengan struktur keuangan yang jauh lebih sehat usai restrukturisasi besar, termasuk:

  • Konversi utang Rp1,4 triliun
  • Pinjaman sindikasi baru Rp2,6 triliun

Restrukturisasi ini menurunkan leverage dan memperkuat modal kerja untuk ekspansi proyek jangka panjang.

KISI juga menyoroti fase baru DEWA yang bergerak dari pemulihan margin menuju percepatan profit. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit dan pemulihan margin EBITDA kembali ke atas 25%.

Pendorong utama datang dari program internalisasi armada, yang diperkirakan mengerek porsi pekerjaan internal dari 46% (2024) menjadi mendekati 80% pada 2026. Setiap kenaikan 10% internalisasi berpotensi menambah 600–700 basis poin pada margin EBITDA.

Selain itu, DEWA terus memperluas diversifikasi komoditas melalui PT Gayo Mineral Resources (GMR) yang mengembangkan proyek tembaga–emas di Aceh. KISI menilai inisiatif ini membuka peluang pertumbuhan di luar batu bara, dengan margin lebih tinggi dan risiko yang lebih terdiversifikasi.

Baca Juga  PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) Genjot Bisnis Katering dan Properti Target Pendapatan Rp250 M per Tahun

Di sisi lain, DEWA juga menyiapkan aksi buyback saham di tengah volatilitas pasar, sesuai ketentuan POJK 13/2023, POJK 29/2023, dan surat OJK tertanggal 17 September 2025. Aksi ini dapat dilakukan tanpa persetujuan RUPS.

Emiten Grup Bakrie Lainnya Ikut Menguat

Kenaikan tidak hanya terbatas pada BUMI dan DEWA. Sejumlah emiten lain dalam Grup Bakrie juga mencatatkan penguatan, antara lain:

  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR): naik 9,28%
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): naik 1,41%
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): naik 2,04%
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): naik 2,01%

Konsistensi reli ini memperkuat sentimen bahwa Grup Bakrie tengah memasuki momentum pemulihan yang signifikan, ditopang prospek bisnis tambang, energi, dan teknologi mobilitas.

Selengkapnya kunjungi: https://JurnalLugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait