Mirza Adityaswara Resmi Mundur dari Wakil Ketua DK OJK, Ini Rekam Jejak Lengkapnya

JurnalLugas.Com – Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK). Kepastian tersebut disampaikan OJK melalui keterangan tertulis pada Jumat, 30 Januari 2026.

OJK menjelaskan bahwa pengunduran diri Mirza telah diajukan sesuai prosedur dan akan diproses berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Proses tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan yang telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Bacaan Lainnya

“OJK memastikan mekanisme pengunduran diri dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tulis OJK dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa pengunduran diri Mirza tidak berdampak terhadap jalannya tugas dan kewenangan lembaga. Fungsi pengaturan, pengawasan, serta upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap berjalan normal.

Terpilih Lewat Uji Kelayakan DPR

Mirza Adityaswara sebelumnya terpilih sebagai Wakil Ketua DK OJK periode 2022–2027 melalui rapat musyawarah mufakat Komisi XI DPR RI, usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) pada April 2022.

Baca Juga  OJK Resmi Restui Asuransi Kredit Fintech Lending, Risiko Gagal Bayar Pindar Kini Lebih Aman

Pria kelahiran Surabaya, 9 April 1965 ini dikenal sebagai figur berpengalaman di sektor keuangan nasional. Lebih dari tiga dekade, Mirza berkiprah di dunia perbankan, pasar modal, hingga lembaga negara strategis.

Pendidikan dan Awal Karier

Mirza merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1992. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Macquarie University, Sydney, Australia, dan meraih gelar Master of Applied Finance pada 1995.

Karier profesionalnya dimulai sebagai dealer di Bank Sumitomo Niaga pada 1989. Pengalamannya terus berkembang, termasuk saat menjabat Head of Securities Trading & Research di Bahana Sekuritas (2002–2005).

Pengalaman di Lembaga Keuangan Strategis

Jejak karier Mirza semakin kuat saat bergabung dengan Credit Suisse Securities Indonesia sebagai Director dan Head of Equity Research & Bank Analysis pada 2005–2008. Ia lalu dipercaya menjadi Managing Director dan Head of Capital Market Mandiri Sekuritas, sekaligus Kepala Ekonom Bank Mandiri Group pada 2008–2010.

Tak hanya itu, Mirza juga pernah mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada periode 2010–2013.

Baca Juga  Jaga Stabilitas Keuangan OJK Blokir 4.921 Rekening Judi Online

Peran Strategis di Bank Indonesia dan OJK

Pada 2013–2019, Mirza menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Dalam periode tersebut, ia juga ditugaskan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio dari Bank Indonesia pada 2015–2019.

Saat itu, Mirza berperan dalam memperkuat sinergi kelembagaan antara BI dan OJK, khususnya dalam implementasi kebijakan makroprudensial yang berkaitan dengan pengawasan industri jasa keuangan.

Karier Setelah BI

Setelah menyelesaikan tugasnya di Bank Indonesia, Mirza dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan serta menjabat Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) pada 2020–2022.

Dengan rekam jejak panjang dan kontribusi strategis di sektor keuangan, pengunduran diri Mirza Adityaswara menjadi sorotan publik. Namun OJK memastikan stabilitas dan kesinambungan kinerja lembaga tetap terjaga.

Baca berita ekonomi dan kebijakan lainnya di: https://jurnallugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait