JurnalLugas.Com — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota kepolisian mengguncang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Insiden tersebut terjadi di sebuah tempat hiburan malam (THM) di kawasan Jalan Aisyah Sulaiman dan kini tengah dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari itu melibatkan seorang anggota Polri berinisial G yang diketahui bertugas di wilayah Bukit Bestari. Korban disebut mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh usai diduga dikeroyok beberapa orang di lokasi hiburan malam tersebut.
Pihak Polresta Tanjungpinang langsung bergerak cepat setelah menerima laporan resmi dari korban. Satreskrim kini fokus mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan aksi kekerasan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Wamilik Mabel, mengatakan laporan telah diterima dan saat ini proses pendalaman terus berjalan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian.
“Kami masih mendalami siapa saja yang terlibat dan bagaimana peristiwa itu terjadi,” ujar Wamilik, Jumat 29 Mei 2026.
Menurut informasi sementara, insiden bermula dari kesalahpahaman antara korban dengan pihak di lokasi hiburan malam. Situasi yang awalnya berupa adu mulut kemudian diduga berubah menjadi tindakan pengeroyokan.
Korban disebut sempat mengalami kekerasan fisik hingga menyebabkan luka memar. Meski demikian, kondisi korban saat ini dilaporkan dalam keadaan stabil.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Rekaman kamera pengawas atau CCTV juga menjadi fokus utama penyidik untuk mengungkap pelaku.
AKP Wamilik menegaskan bahwa analisis rekaman CCTV sangat penting untuk memastikan jumlah pelaku serta peran masing-masing pihak dalam kejadian tersebut.
“Rekaman CCTV sudah diamankan dan sedang dianalisis,” katanya.
Hingga kini, aparat kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap pihak yang diduga terlibat. Penyidik masih melakukan pendalaman guna memastikan alat bukti dan keterangan saksi benar-benar kuat sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anggota kepolisian yang diduga menjadi korban kekerasan di tempat umum. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan profesional dan transparan.
Masyarakat pun diminta menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Catur)






