Penyebab Ginjal Bengkak yang Perlu Diketahui, Jangan Dianggap Sepele

JurnalLugas.Com — Ginjal bengkak bukan sekadar masalah pada organ penyaring darah. Kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai hidronefrosis ini terjadi ketika urine tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga menumpuk di dalam ginjal.

Penumpukan tersebut dapat membuat bagian dalam ginjal melebar dan menyebabkan pembengkakan. Jika berlangsung lama dan tidak ditangani, tekanan yang terus terjadi dapat mengganggu fungsi ginjal.

Bacaan Lainnya

Salah satu penyebab yang paling sering berkaitan dengan ginjal bengkak adalah sumbatan pada saluran kemih. Batu ginjal, misalnya, dapat menghambat perjalanan urine dari ginjal menuju kandung kemih.

Selain batu, pembesaran prostat pada pria juga dapat mengganggu pengosongan kandung kemih. Urine yang tidak keluar dengan baik akhirnya dapat kembali menekan saluran kemih hingga memicu pembengkakan ginjal.

Penyempitan ureter juga perlu diperhatikan. Kondisi ini bisa muncul akibat jaringan parut, cedera, tindakan operasi tertentu atau gangguan pada struktur saluran kemih. Pada sebagian orang, masalah tersebut bahkan sudah ada sejak lahir.

Penyebab lain adalah infeksi saluran kemih. Peradangan akibat infeksi dapat mengganggu sistem pengeluaran urine. Dalam kondisi tertentu, urine juga dapat mengalir kembali dari kandung kemih menuju ginjal. Aliran balik ini disebut refluks vesikoureteral dan dapat menyebabkan ginjal membesar.

Baca Juga  Minuman yang Baik untuk Menjaga Fungsi Ginjal, Jangan Hanya Andalkan Air Putih

Kehamilan juga dapat menyebabkan pelebaran saluran pengumpul urine pada ginjal. Pertumbuhan rahim dapat memberikan tekanan pada ureter sehingga aliran urine menjadi kurang lancar. Kondisi ini pada banyak kasus dapat membaik setelah persalinan, tetapi tetap perlu dipantau oleh tenaga medis.

Dalam kasus yang lebih serius, tumor atau kanker di sekitar saluran kemih juga dapat menjadi penyebab terjadinya penyumbatan. Karena itu, ginjal bengkak sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat batu ginjal tanpa pemeriksaan yang jelas.

Gejala yang Bisa Muncul

Ginjal bengkak tidak selalu menimbulkan keluhan pada tahap awal. Namun, ketika gejala muncul, seseorang dapat mengalami nyeri di bagian pinggang atau punggung yang bisa menjalar ke perut bagian bawah maupun selangkangan.

Keluhan lain yang mungkin muncul antara lain nyeri ketika buang air kecil, lebih sering ingin buang air kecil, mual, muntah, demam hingga urine bercampur darah.

Menurut penjelasan medis, kondisi ini pada dasarnya berkaitan dengan terganggunya aliran urine. Karena itu, mencari penyebab sumbatan menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan.

“Penanganan hidronefrosis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya,” demikian keterangan medis Mayo Clinic, kepada JurnalLugas.Com, Sabtu 05 September 2026.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes urine dan darah serta pemeriksaan pencitraan seperti USG. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan untuk mengetahui lokasi penyumbatan sekaligus menilai fungsi ginjal.

Penanganannya pun tidak selalu sama. Jika penyebabnya infeksi, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kondisi. Apabila terdapat sumbatan berat, prosedur untuk mengeluarkan urine atau tindakan untuk mengatasi sumber penyumbatan mungkin diperlukan.

Hal yang perlu diingat, ginjal bengkak bukan kondisi yang sebaiknya didiagnosis sendiri. Nyeri pinggang yang menetap, demam, sulit buang air kecil, darah dalam urine atau keluhan saluran kemih yang berulang perlu diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui lebih cepat.

Semakin lama sumbatan berlangsung, semakin besar perhatian yang diperlukan karena hidronefrosis yang berat dan tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait