JurnalLugas.Com – Gula darah tinggi sering kali tidak langsung menimbulkan keluhan yang dianggap serius. Kondisi ini justru dapat berkembang perlahan, terutama pada diabetes tipe 2, sehingga seseorang bisa tidak menyadari adanya masalah selama bertahun-tahun.
Diabetes terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar glukosa menumpuk di dalam aliran darah. Jika berlangsung lama dan tidak dikendalikan, gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, saraf, mata, ginjal hingga jantung.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gejala diabetes dapat berupa rasa haus berlebihan, lebih sering buang air kecil, mudah lelah, penglihatan kabur dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Pada diabetes tipe 2, keluhan tersebut bisa muncul secara ringan sehingga sering tidak disadari.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Salah satu tanda yang cukup sering muncul adalah lebih sering buang air kecil. Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, tubuh berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi ini juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa haus dan terus ingin minum.
Mudah lelah juga patut diperhatikan, terutama jika terjadi terus-menerus tanpa perubahan aktivitas yang jelas. Gangguan penggunaan glukosa sebagai sumber energi dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lemas.
Gejala lainnya adalah berat badan turun tanpa direncanakan. Penurunan berat badan yang tidak berkaitan dengan perubahan pola makan atau aktivitas fisik sebaiknya tidak diabaikan.
Gula darah tinggi juga dapat memengaruhi penglihatan. Pandangan kabur dapat terjadi ketika perubahan kadar gula memengaruhi kondisi mata. Jika keluhan berulang atau menetap, pemeriksaan medis diperlukan.
Selain itu, diabetes dapat ditandai dengan luka yang lebih sulit sembuh, infeksi yang berulang serta rasa kebas atau kesemutan pada tangan dan kaki. Gejala-gejala tersebut dapat berkaitan dengan dampak gula darah tinggi terhadap saraf dan kemampuan tubuh menghadapi infeksi.
“Gejala diabetes tipe 2 dapat ringan atau bahkan tidak ada,” demikian penjelasan WHO mengenai kondisi yang membuat penyakit ini kerap terlambat diketahui, yang dirangkum JurnalLugas.Com, Selasa 08 September 2026.
Karena gejala tidak selalu terlihat jelas, pemeriksaan kadar gula darah menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi diabetes maupun kondisi sebelum diabetes berkembang lebih jauh.
Jika mengalami beberapa gejala secara bersamaan, terutama sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, pandangan kabur atau berat badan turun tanpa sebab, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan gula darah.
Diabetes bukan hanya persoalan kadar gula dalam darah. Jika tidak ditangani, gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, ginjal, mata, saraf dan pembuluh darah.
Sebaliknya, diagnosis lebih awal memberikan kesempatan untuk melakukan pengendalian melalui pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah dan pengobatan sesuai kebutuhan.
Baca informasi kesehatan dan berita lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






