JurnalLugas.Com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi santai tudingan yang menyebut dirinya menikmati jamuan makan mewah menggunakan uang pajak masyarakat.
Tudingan itu muncul setelah beredar potongan video yang menampilkan Dedi bersama sejumlah pejabat dalam sebuah acara makan malam.
Video tersebut disertai narasi yang mengkritik pejabat karena dianggap menikmati kemewahan dari uang pajak, sementara masyarakat masih harus bekerja keras memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dedi kemudian menjelaskan konteks acara tersebut. Menurut dia, jamuan makan yang dihadirinya bukan pesta pribadi maupun kegiatan pemerintahan yang menggunakan anggaran pajak daerah.
Ia menyebut acara tersebut merupakan open house keluarga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Sejumlah pejabat negara dan kepala daerah juga hadir dalam acara tersebut.
Dedi bahkan merespons tudingan itu dengan nada bercanda. Ia mengatakan dirinya tidak terlalu banyak terlibat dalam suasana hiburan di acara tersebut karena merasa kalah piawai bernyanyi dibandingkan Menteri Dalam Negeri.
Alih-alih marah, Dedi justru berterima kasih kepada pihak yang mengunggah dan mengomentari video tersebut. Ia menilai sorotan terhadap dirinya justru membuat sosoknya semakin diperbincangkan.
“Terima kasih sudah memposting kegiatan saya. Iket putih memang selalu menarik perhatian,” ujar Dedi dalam tanggapannya.
Dedi juga menyinggung banyaknya komentar dari akun media sosial privat. Namun, ia memilih tidak memperpanjang polemik tersebut dan menutup tanggapannya dengan pesan bernada damai.
Ia mendoakan agar pihak yang terus membicarakan aktivitasnya tetap mendapatkan keberkahan dalam pekerjaan dan kehidupannya.
Penjelasan Dedi sekaligus menegaskan bahwa potongan video yang beredar perlu dilihat secara utuh agar konteks sebuah kegiatan tidak keliru dipahami hanya berdasarkan narasi yang menyertainya.
Baca informasi lainnya hanya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






