JurnalLugas.Com – Desakan agar Joko Widodo atau Jokowi menempati posisi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin menguat.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengungkapkan, pihaknya menerima banyak permintaan dari kader yang menginginkan Presiden ke-7 RI itu segera menduduki jabatan tersebut.
Usulan itu mencuat menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PSI yang direncanakan berlangsung pada 16 November 2026. Namun, hingga Senin, 19 Oktober 2026, keinginan tersebut belum menjadi agenda resmi partai.
Ahmad Ali mengatakan, aspirasi dari internal partai terus berdatangan agar Jokowi segera masuk ke dalam struktur kepengurusan sebagai Ketua Dewan Pembina.
“DPP banyak menerima desakan dari kader agar Pak Jokowi segera menjadi Ketua Dewan Pembina PSI,” kata Ali di kantor DPP PSI, Jakarta, Senin (19/10).
Meski demikian, Ali menegaskan, partai belum mengadakan pembicaraan khusus dengan Jokowi mengenai usulan tersebut. Karena itu, belum ada keputusan resmi terkait waktu maupun pelaksanaan pelantikan.
Ia juga memastikan usulan tersebut belum dimasukkan ke dalam agenda DPP PSI ataupun rangkaian kegiatan Rapimnas mendatang.
“Secara resmi, DPP belum bertemu dengan beliau dan belum memasukkan usulan itu sebagai agenda,” ujarnya.
Rapimnas PSI dijadwalkan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun partai. Menurut Ali, kegiatan tersebut akan menjadi momentum nasional yang disertai sejumlah agenda yang telah disiapkan panitia.
Meski belum memastikan apakah pelantikan Jokowi akan masuk dalam rangkaian acara, Ali menyebut publik dapat menyaksikan sendiri berbagai agenda yang disiapkan PSI.
Keanggotaan Jokowi di PSI Sudah Diumumkan
Keinginan kader untuk menempatkan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina muncul setelah mantan presiden itu secara terbuka menyatakan bergabung dengan PSI sejak Oktober 2025.
Namun, kartu tanda anggota (KTA) Jokowi baru diperlihatkan kepada publik ketika menghadiri Rapat Koordinasi Daerah PSI di Bandung pada Sabtu, 26 September 2026.
Jokowi kemudian menjelaskan bahwa waktu untuk memperlihatkan kartu anggota tersebut merupakan pilihannya sendiri. Ia menilai momentum di Bandung dan Bekasi menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan keanggotaannya di partai tersebut.
“Banyak yang bertanya mengapa baru ditunjukkan sekarang. Kartu itu milik saya, dan saya memilih momentum di Bandung serta Bekasi untuk memperlihatkannya,” ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9).
Dengan status keanggotaan yang telah diumumkan, perhatian kini tertuju pada kemungkinan Jokowi mengambil peran lebih besar di tubuh PSI. Jabatan Ketua Dewan Pembina menjadi salah satu posisi yang didorong oleh kader partai.
Namun, desakan internal belum bisa disamakan dengan keputusan organisasi. Tanpa pembicaraan resmi dan penetapan agenda, rencana menempatkan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina masih sebatas aspirasi yang berkembang di lingkungan PSI.
Rapimnas pada November mendatang berpotensi menjadi momentum penting bagi partai untuk membahas arah organisasi dan langkah politik berikutnya.
Meski demikian, kepastian mengenai posisi Jokowi masih menunggu keputusan resmi DPP PSI.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto news)






