JurnalLugas.Com – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan rencana ambisius Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam mengimplementasikan program makanan bergizi gratis (MBG). Program ini mencakup penyediaan sarapan dan makan siang bagi jutaan anak dan ibu hamil di Indonesia.
Anggaran dan Target Sasaran
Dengan perkiraan anggaran sebesar Rp450 triliun, program ini bertujuan memperbaiki gizi 82 juta jiwa, termasuk 30 juta anak pra-sekolah, 48 juta anak sekolah, dan 4 juta ibu hamil. Hashim menyampaikan bahwa biaya tersebut mencakup penyelenggaraan program setiap hari untuk 82 juta orang.
“Biaya untuk menyelenggarakan program gratis untuk 82 juta jiwa setiap hari Rp450 triliun,” ujar Hashim, Sabtu (3/8/2024).
Latar Belakang dan Tujuan Program
Hashim menekankan bahwa ide ini sudah ada sejak 2006, sebelum Prabowo mendirikan Partai Gerindra, sebagai respons terhadap tingginya angka stunting di Indonesia yang saat itu mencapai 30%. Program ini ditujukan untuk menjawab berbagai tuduhan terhadap Prabowo dan Gibran, sekaligus membuktikan bahwa inisiatif ini bukanlah pemborosan anggaran negara.
Investasi pada Sumber Daya Manusia
Menurut Hashim, Prabowo dan Gibran melihat program ini sebagai investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Kecukupan gizi bagi anak-anak sejak dalam kandungan hingga usia sekolah diyakini dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang. Hal ini juga diharapkan dapat memperbaiki peringkat Indonesia dalam Program for International Student Assessment (PISA) yang selama ini tertinggal dari negara-negara seperti Singapura dan Selandia Baru.
Peningkatan Penerimaan Negara
Hashim juga menyebutkan upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang saat ini diproyeksikan hanya 12,7%. Angka ini masih jauh di bawah Kamboja dan Vietnam yang masing-masing mencapai 18% dan 23%. Jika Indonesia bisa mencapai rasio penerimaan yang setara dengan Kamboja, yaitu sekitar 18%, maka negara dapat memperoleh tambahan penerimaan sebesar US$75 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun setiap tahun, yang cukup untuk membiayai program makanan bergizi gratis ini.
Program makanan bergizi gratis yang diusulkan oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda Indonesia. Dengan dukungan anggaran yang besar dan fokus pada peningkatan penerimaan negara, program ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masa depan bangsa.






