JurnalLugas.Com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah resmi mengusung pasangan Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala sebagai calon dalam Pilkada Sumatra Utara (Sumut) 2024. Pasangan ini mendapat dukungan dari enam partai politik yang siap mendaftarkan mereka ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut.
Selain PDIP, dukungan juga datang dari lima partai lainnya, yaitu Partai Hanura, Partai Buruh, Partai Keadilan Nasional (PKN), Partai Ummat, dan Partai Gelora. Rencananya, pasangan ini akan mendaftar ke KPUD Sumut pada malam ini.
Dalam sambutannya, Edy Rahmayadi mengakui tantangan berat yang akan dihadapi untuk memenangkan Pilkada Sumut. Tantangan ini terutama datang dari pasangan lawan, yaitu mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan politikus Partai Golkar Surya.
Pasangan Bobby-Surya diusung oleh koalisi besar bernama KIM Plus, yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, Partai NasDem, PAN, Partai Demokrat, PKS, PSI, dan Partai Perindo.
Selain dukungan partai yang kuat, Bobby juga memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan ayah mertuanya. Dengan popularitas Jokowi yang masih tinggi, Edy-Hasan harus menghadapi potensi keberpihakan pemerintah dalam Pilkada Sumut ini.
“Kita semua tahu siapa yang berkuasa saat ini di republik ini,” ujar Edy pada Jumat (29/8/2024).
“Kita resmi mencalonkan diri. Ini adalah demokrasi, dan kini rakyat Sumatra Utara yang akan menentukan siapa pemimpin mereka di masa depan.”
Edy Rahmayadi sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Sumut pada periode 2018-2023, yang membuatnya menjadi calon kuat dalam Pilkada ini. Hasan Basri Sagala, sebagai kader PDIP dan Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, juga memberikan kontribusi signifikan dalam kampanye ini.
Dengan dukungan dari PDIP dan Hanura, pasangan Edy-Hasan menguasai 26 kursi atau 26% di DPRD Sumatra Utara. Sementara itu, KIM Plus yang mengusung Bobby Nasution memiliki 74% kursi, membuat persaingan ini semakin sengit.






