JurnalLugas.Com – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) mengenai susunan kepengurusan baru Partai Golkar kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Penyerahan ini berlangsung di Kantor Kementerian Hukum di Jakarta pada Rabu, 20 November 2024.
Dalam pernyataannya, Supratman mengonfirmasi bahwa SK tersebut mencabut keputusan sebelumnya dan menetapkan kepengurusan baru secara resmi. “Kami dari Kementerian Hukum telah menyerahkan SK tentang susunan lengkap pengurus Partai Golkar. Dengan demikian, SK yang lama itu kami cabut dan menerbitkan SK baru,” ungkapnya setelah acara serah terima.
Legalitas Kepengurusan Partai Politik
Supratman menekankan bahwa Kementerian Hukum memiliki kewajiban untuk memeriksa legalitas kepengurusan seluruh partai politik di Indonesia. “Ini adalah bagian dari tugas kami. Setelah semua persyaratan dianggap lengkap, maka kami wajib menerbitkan SK yang baru,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Partai Golkar, termasuk Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Umum Adies Kadir dan Ace Hasan Syadzily, serta Bendahara Umum Sari Yulianti.
SK Baru: Pengurus Lengkap Partai Golkar
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa SK yang diterbitkan kali ini mencakup daftar lengkap pengurus baru partai. “Jika sebelumnya hanya ada sekitar sembilan pengurus sementara, kini jumlahnya telah bertambah menjadi 159 orang. Selain itu, juga telah ditetapkan dewan pembina, dewan kehormatan, dewan etik, dan mahkamah partai,” jelasnya.
Menurut Bahlil, SK ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan Partai Golkar. “Ini adalah awal yang baik bagi kepengurusan baru yang telah terbentuk secara utuh,” katanya.
Perampingan Kepengurusan
Bahlil sebelumnya melakukan langkah strategis dengan merampingkan jumlah pengurus DPP Partai Golkar periode 2024–2029. Dari total sekitar 270 orang pada periode sebelumnya, jumlah pengurus baru dikurangi menjadi sekitar 150 orang. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya efisiensi dan optimalisasi kinerja partai.
Pada konferensi pers yang digelar pada 7 November 2024, Bahlil mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya menargetkan jumlah pengurus sekitar 100 orang. Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi 150 orang dengan tambahan tokoh-tokoh di posisi dewan penasihat dan lainnya.
Bahlil berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan bekerja keras untuk menghadapi tantangan demokrasi yang akan datang. “Kami akan terus memperjuangkan doktrin kerakyatan dan suara rakyat, karena suara rakyat adalah suara Golkar,” tegasnya.
Penetapan kepengurusan ini menandai babak baru bagi partai berlambang pohon beringin yang identik dengan warna kuning tersebut. Dengan kepengurusan yang lebih ramping dan terstruktur, Partai Golkar diharapkan mampu berperan lebih optimal dalam menyongsong pemilu mendatang.






