JurnalLugas.Com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan apresiasi dan kepuasannya terhadap langkah Polri yang dinilai telah memahami dan menjalankan visinya sebagai “polisi rakyat”. Hal ini disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Lanud Harry Hadisoemantri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Presiden menegaskan bahwa arah kebijakan Polri kini sudah selaras dengan pendekatan humanis yang berpihak pada masyarakat. “Saya senang apa yang saya sampaikan ditangkap oleh Kapolri dan jajarannya. Memang polisi Indonesia harus jadi polisi rakyat,” ujarnya.
Polri Ikuti Jejak TNI Sebagai Pelindung Rakyat
Prabowo juga menyoroti pentingnya profesionalisme yang berlandaskan semangat pengabdian, bukan semata-mata karena digaji. Ia menilai Polri kini telah menempuh jalur serupa dengan TNI, yang dikenal sebagai “tentara rakyat”.
“TNI bukan tentara bayaran, dan Polri juga jangan hanya menjadi aparat yang bekerja saat digaji. Profesionalisme harus disertai jiwa pejuang,” tegas Prabowo.
Dukung Swasembada Pangan, Polri Dilibatkan
Lebih jauh, Kepala Negara memuji peran aktif Polri dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Keterlibatan polisi dalam upaya pembangunan pertanian dipandang sebagai kontribusi nyata terhadap swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi ikut mendorong kemajuan bangsa, termasuk dalam hal ketahanan pangan. Ini adalah wujud polisi rakyat yang sebenarnya,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan adalah fondasi utama kemerdekaan sejati. “Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak bisa memproduksi makanannya sendiri,” ujarnya.
Target 2026: Stop Impor Jagung
Prabowo menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor jagung pada tahun 2026. Pemerintah akan membangun 80.000 koperasi desa guna memperkuat rantai pasok dan distribusi pangan nasional. Sistem koperasi ini akan menjadi tulang punggung distribusi hasil pertanian hingga ke pelosok tanah air.
“Setiap provinsi harus mandiri dalam pangan. Setiap pulau harus bisa berdiri sendiri. Ini adalah kunci kemerdekaan kita,” tegasnya.
Sinergi Nasional Jadi Modal Kekuatan
Presiden juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kekuatan utama bangsa. Menurutnya, kerja sama antara TNI, Polri, akademisi, teknokrat, pemerintah daerah, pengusaha, dan ulama menciptakan harmoni pembangunan yang jarang dimiliki negara lain.
“Selama kita bersatu dengan tulus demi rakyat, kebangkitan Indonesia tidak akan bisa dihentikan oleh siapa pun,” ujar Prabowo.
Panen Raya: Simbol Ketahanan Nasional
Acara panen raya sekaligus ekspor perdana jagung ini menandai momen penting dalam perjalanan menuju kemandirian pangan nasional. Komitmen kuat lintas sektor diyakini akan membawa Indonesia menuju cita-cita negara yang adil, makmur, dan sejahtera.
Baca juga informasi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com






