JurnalLugas.Com — Upaya penyelundupan narkoba jaringan lintas provinsi berhasil digagalkan oleh tim gabungan Bea Cukai Lhokseumawe bersama aparat penegak hukum lainnya. Sebanyak 40 kilogram sabu-sabu diamankan bersama satu tersangka dalam operasi gabungan yang berlangsung di kawasan Tangerang, Banten, pada Rabu (4/6/2025).
Dalam keterangannya, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menjelaskan bahwa pelaku yang ditangkap berinisial S, diduga kuat terlibat dalam jaringan narkotika Aceh-Banten. Ia dibekuk saat mobil yang digunakannya terparkir di sebuah hotel di Tangerang.
“Penindakan ini merupakan hasil kerja sama intelijen dan analisis bersama antara Bea Cukai dan Polri,” ujar Vicky dalam konferensi pers, Jumat (6/6/2025).
Sinergi Multiinstansi Gagalkan Jaringan Narkoba
Operasi ini melibatkan sejumlah instansi, termasuk Kanwil Bea Cukai Aceh, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Kanwil DJBC Banten, Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, serta Direktorat Interdiksi Narkotika Kantor Pusat Bea Cukai. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mengungkap modus baru penyelundupan narkoba antardaerah.
Dari hasil penyelidikan, diketahui sabu-sabu dibawa menggunakan mobil Toyota Rush dari Kabupaten Aceh Utara, melewati jalur darat menuju Tangerang. Setelah dua hari pemantauan intensif, kendaraan tersebut akhirnya berhasil dilacak dan dihentikan di lokasi parkir hotel.
Barang Bukti Disembunyikan dalam Pintu Mobil
Dalam proses penggeledahan yang melibatkan Unit Anjing Pelacak (K9) Bea Cukai, petugas menemukan 40 bungkus sabu yang disembunyikan rapi di dalam kompartemen pintu mobil. Pelaku S langsung diamankan dan kini ditahan di Bareskrim Mabes Polri untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.
“Sinergi dan kerja sama antarlembaga sangat penting dalam menghadapi modus penyelundupan narkoba yang makin canggih dan terorganisir,” tegas Vicky.
Peningkatan Pengawasan dan Peran Masyarakat
Ia menambahkan bahwa Bea Cukai Lhokseumawe akan terus meningkatkan pengawasan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan dijadikan jalur peredaran narkotika. Penyelundupan narkoba, kata Vicky, kini semakin kompleks dan memanfaatkan berbagai cara untuk menghindari pengawasan petugas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Keterlibatan publik sangat penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius yang memerlukan penanganan terpadu dan berkelanjutan.
🔗 Baca berita penting lainnya di: JurnalLugas.Com






