JurnalLugas.Com – Presiden Prabowo Subianto melalui Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Muhammad Isra Ramli, menyampaikan klaim bahwa kehidupan petani kini lebih bahagia dan sejahtera. Hal ini dikaitkan langsung dengan pertumbuhan sektor pertanian yang mencapai angka mengesankan 10,52 persen pada triwulan I tahun 2025 — tertinggi dalam 53 tahun terakhir.
Pernyataan tersebut diungkapkan Isra dalam forum diskusi publik “Berani Bicara: Arah Kebijakan Pembangunan Presiden Prabowo” yang digelar di Rumah Besar Gatotkaca, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
“Di masa Pak Prabowo, petani bergembira. Mereka bisa berproduksi, harga hasil produksinya dijamin oleh negara,” ujar Isra.
Isra menekankan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk mengangkat martabat rakyat kecil, terutama para petani yang selama ini menjadi korban ketidakadilan dalam rantai produksi dari hulu ke hilir.
“Salah satu kelompok yang martabatnya paling lama diabaikan adalah petani. Hari ini, mereka dihargai dan merasa dihormati,” tegasnya.
Menurut Isra, pertumbuhan signifikan di sektor pertanian merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Namun, Prabowo tak mengabaikan langkah-langkah konkrit dalam jangka pendek.
“Target kita hingga 2029 atau 2030 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Tahun pertama ini difokuskan pada pemulihan pangan dan swasembada,” paparnya.
Ia juga menyatakan bahwa swasembada pangan kini sudah tercapai bahkan sebelum satu tahun pemerintahan berjalan. Ini menjadi dasar untuk langkah selanjutnya dalam pembangunan, yakni menuju kedaulatan energi.
“Saat ini, kebutuhan BBM kita sekitar 1,6 juta barel per hari, dan sekitar satu juta di antaranya masih impor. Kita ingin kurangi itu,” lanjut Isra.
Beberapa solusi yang disebutkan antara lain pengembangan energi surya, industri baterai, dan eksplorasi sumur-sumur minyak yang masih potensial.
Isra menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa pemerintahan Prabowo serius dalam meletakkan fondasi pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, terutama petani sebagai pilar ketahanan pangan nasional.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com






