JurnalLugas.Com – Alkohol bukan hanya berkaitan dengan kesehatan hati. Kebiasaan mengonsumsinya juga dapat memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh dan meningkatkan risiko serangan gout, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu sering.
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Dalam kondisi normal, ginjal membantu membuang kelebihan asam urat melalui urine. Masalah muncul ketika produksi meningkat atau pembuangannya melalui ginjal terganggu.
Alkohol dapat memengaruhi kedua proses tersebut. Penelitian menunjukkan konsumsi alkohol berhubungan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout.
Sebuah meta-analisis terhadap 24 penelitian menemukan bahwa konsumsi alkohol berkaitan dengan risiko hiperurisemia maupun gout yang lebih tinggi.
Mengapa Alkohol Bisa Menaikkan Asam Urat?
Salah satu mekanismenya terjadi ketika tubuh memetabolisme alkohol. Proses tersebut dapat meningkatkan produksi laktat yang kemudian mengganggu kemampuan ginjal mengeluarkan asam urat.
Akibatnya, asam urat lebih mudah tertahan di dalam darah. Alkohol juga dapat memengaruhi metabolisme purin sehingga pembentukan asam urat meningkat.
Kondisi ini menjadi semakin penting bagi orang yang sebelumnya sudah memiliki kadar asam urat tinggi. Penumpukan kristal asam urat pada persendian dapat memicu gout, yang biasanya ditandai nyeri hebat, bengkak dan kemerahan pada sendi.
“Alkohol dikenal sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan memicu kekambuhan gout,” demikian kesimpulan umum dari tinjauan penelitian mengenai hubungan alkohol dan gout, yang dirangkum JurnalLugas.Com, Jumat 04 September 2026.
Beer Sering Menjadi Perhatian
Tidak semua minuman beralkohol memiliki komposisi yang sama. Beer mendapat perhatian khusus karena selain mengandung alkohol, jenis minuman ini juga memiliki kandungan purin yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan asam urat.
Namun, bukan berarti minuman beralkohol lainnya otomatis aman. Bukti penelitian menunjukkan konsumsi alkohol secara keseluruhan berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout, dengan pengaruh yang dapat berbeda berdasarkan jenis serta jumlah konsumsi.
Yang perlu diperhatikan juga adalah pola minumnya. Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dalam waktu singkat dapat menjadi pemicu serangan gout pada orang yang rentan.
Bukan Hanya Soal Makanan
Selama ini asam urat sering dikaitkan dengan makanan tinggi purin seperti daging dan makanan laut. Padahal, pengelolaan kadar asam urat tidak hanya bergantung pada makanan.
Fungsi ginjal, berat badan, pola hidup dan konsumsi alkohol juga memiliki peran. Karena itu, mengurangi alkohol dapat menjadi salah satu langkah penting, terutama bagi orang yang sudah pernah mengalami gout atau memiliki kadar asam urat tinggi.
Meski demikian, perubahan pola hidup tidak selalu menggantikan pengobatan. Bagi penderita gout yang mendapat obat dari dokter, obat tetap perlu digunakan sesuai anjuran.
Intinya, alkohol dapat membuat pengendalian asam urat menjadi lebih sulit. Semakin sering dan semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan terhadap risiko hiperurisemia dan serangan gout.
Bagi mereka yang kerap mengalami nyeri dan bengkak pada persendian, pemeriksaan kadar asam urat serta konsultasi dengan tenaga kesehatan lebih tepat dilakukan daripada hanya mengandalkan pantangan makanan.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Wening)






