Awal Mula Terbongkar Gudang Berisi Ratusan Senjata Api di Sekolah Jaksel

JurnalLugas.Com — Kasus penemuan ratusan senjata di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terus berkembang.

Fakta terbaru mengungkap bahwa terbongkarnya keberadaan ratusan senjata tersebut bermula dari konflik internal dalam kepengurusan yayasan yang menaungi sekolah tersebut.

Bacaan Lainnya

Perselisihan di tingkat yayasan justru menjadi pintu masuk bagi pengurus baru untuk membuka sejumlah ruangan yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Dari proses pemeriksaan itulah berbagai barang yang diduga melanggar hukum ditemukan dan kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjelaskan bahwa tanpa adanya sengketa kepengurusan, pihaknya kemungkinan tidak pernah mengetahui keberadaan barang-barang tersebut.

Menurutnya, pergantian kepengurusan memberikan akses kepada tim yayasan untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa ruangan yang selama ini tertutup.

Saat pemeriksaan berlangsung, mereka menemukan berbagai benda yang diduga merupakan senjata dan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Kalau tidak ada sengketa kepengurusan, kemungkinan barang-barang itu tidak akan pernah ditemukan karena kami sebelumnya tidak memiliki akses ke ruangan tersebut,” ujar Hermawanto, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, konflik di dalam yayasan sendiri berawal dari dugaan penyalahgunaan aset dan dana yayasan yang diduga terjadi beberapa tahun silam.

Hermawanto menuturkan, persoalan tersebut berkaitan dengan pembelian sebidang tanah pada 2013 menggunakan dana yayasan.

Namun setelah beberapa tahun berlalu, sertifikat tanah itu justru tercatat atas nama istri ketua pengurus lama, bukan atas nama yayasan.

Ia menyebut temuan tersebut menjadi salah satu alasan utama dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya hingga akhirnya terjadi pergantian pengurus.

“Dugaan kami, dana yayasan dipakai membeli tanah, tetapi sertifikat akhirnya bukan atas nama yayasan. Itu yang kemudian menjadi bagian dari persoalan yang sedang kami telusuri,” katanya.

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Selatan memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan total 995 unit airsoft gun, yang terdiri dari 776 revolver dan 215 pistol airsoft gun.

Selain itu, polisi juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api, serta empat laras senjata panjang yang kini menjadi bagian dari barang bukti penyelidikan.

Seluruh senjata api beserta komponen laras panjang diamankan oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, sedangkan ratusan airsoft gun dititipkan di Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.

Penyelidikan kemudian berkembang setelah polisi kembali menemukan tiga unit airsoft gun lainnya yang menyerupai model FN90, AK-47, dan M4 Carbine.

Tidak hanya itu, saat penggeledahan petugas juga menemukan dua linting yang diduga berisi ganja serta satu paket yang diduga merupakan narkotika jenis sabu.

Barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika tersebut kini telah diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih mendalam.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menelusuri asal-usul ratusan airsoft gun, senjata api, senapan angin, hingga barang bukti lain yang ditemukan di dalam gudang sekolah tersebut.

Polisi juga mendalami siapa pihak yang menyimpan, menguasai, maupun bertanggung jawab atas seluruh barang tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan lingkungan pendidikan yang semestinya menjadi ruang aman bagi proses belajar mengajar.

Penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana lain yang berkaitan dengan kepemilikan senjata maupun dugaan penyalahgunaan aset yayasan.

Ikuti perkembangan berita terbaru dan informasi terpercaya lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Rawan Penyalahgunaan Sahroni Polri Harus Perketat Penggunaan Senjata Api

Pos terkait