Dedy Nur Palakka Bongkar Kekuatan Politik Jokowi, Blusukan Tak Bisa Asal Ditiru

JurnalLugas.Com — Perjalanan politik Joko Widodo atau Jokowi kembali menjadi bahan pembahasan. Kali ini, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyoroti karakter politik mantan Presiden ke-7 RI tersebut setelah membaca buku biografi politik Jokowi and the New Indonesia: A Political Biography.

Dedy melihat perjalanan Jokowi dari latar belakang rakyat biasa hingga menduduki posisi tertinggi dalam pemerintahan sebagai sesuatu yang masih menarik untuk dikaji.

Bacaan Lainnya

Salah satu hal yang menurutnya paling menonjol adalah cara Jokowi membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas blusukan.

Menurut Dedy, blusukan bukan sekadar aktivitas turun ke lapangan untuk menemui warga. Gaya tersebut, kata dia, membutuhkan kepekaan dan insting politik yang tidak mudah disalin oleh politisi lain.

Baca Juga  Temui Jokowi di Solo, Sudaryono Klaim Petani Kini Makin Sejahtera

“Blusukan Jokowi tidak bisa sekadar ditiru jika hanya menjadi pencitraan,” ujar Dedy dalam unggahannya di media sosial, Sabtu, 5 September 2026.

Ia menilai pola pendekatan tersebut ikut mengubah cara politisi melihat pentingnya berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kedekatan dengan rakyat menjadi salah satu karakter yang melekat dalam perjalanan politik Jokowi.

Dedy juga berpendapat bahwa pengaruh gaya politik Jokowi masih menjadi bagian dari perbincangan publik.

Bagi dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan langsung antara pemimpin dan masyarakat dapat menjadi kekuatan politik tersendiri.

Buku yang Membahas Perjalanan Politik Jokowi

Buku Jokowi and the New Indonesia: A Political Biography ditulis Darmawan Prasodjo, yang pernah menjabat Deputi I Kantor Staf Presiden bidang Energi dan Infrastruktur.

Buku tersebut diterbitkan Tuttle Publishing dan merupakan versi bahasa Inggris dari karya Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia.

Isinya menelusuri perjalanan Jokowi sejak masa kecil hingga memasuki panggung politik nasional. Selain kehidupan pribadi, buku tersebut membahas gaya kepemimpinan, cara Jokowi mengambil keputusan, serta kebijakan pembangunan yang menjadi bagian penting dari pemerintahannya.

Pembahasan itu membuat sosok Jokowi tidak hanya dilihat dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari proses politik yang membawanya dari tingkat daerah hingga Istana Kepresidenan.

Pernyataan Dedy memperlihatkan bahwa gaya politik Jokowi masih memiliki ruang untuk dikaji, terutama mengenai bagaimana seorang pemimpin membangun hubungan dengan masyarakat dan mempertahankan karakter politiknya di tengah perubahan zaman.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait