Sempat Minta Penundaan Hasto Hadir Pemeriksaan KPK Selasa Depan Ini yang Dijelaskan ke Penyidik

JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, akan menghadiri panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan mengenai kasus dugaan korupsi dalam pembangunan dan perawatan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hasto menjelaskan bahwa dirinya akan menjelaskan terkait nomor teleponnya yang tercantum dalam kasus tersebut dan posisinya sebagai sekretaris tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya akan memberikan penjelasan terkait keberadaan nomor handphone saya dalam kasus ini serta peran saya sebagai sekretaris tim pemenangan,” ujar Hasto di Jakarta pada 17 Agustus 2024.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  KPK Panggil Hasto Kristiyanto Lagi Harun Masiku Belum Tertangkap

Hasto berkomitmen untuk memberikan keterangan yang jelas kepada penyidik KPK, termasuk terkait dana kampanye Pilpres 2019. “Saya akan menjawab semua pertanyaan KPK dengan transparan, termasuk laporan dana kampanye,” tambahnya.

Penyidik KPK sebelumnya menjadwalkan pemeriksaan Hasto pada 16 Agustus 2024, namun Hasto mengajukan permohonan untuk penjadwalan ulang. Akibatnya, pemeriksaan dijadwalkan ulang menjadi 20 Agustus 2024. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, mengonfirmasi bahwa perubahan jadwal tersebut dikarenakan adanya permohonan dari Hasto dan benturan dengan agenda penyidikan.

Hasto mengungkapkan bahwa ia tidak bisa hadir pada jadwal awal karena ada pidato kenegaraan dan acara diskusi bedah buku yang harus dihadirinya. Sebelumnya, Hasto juga telah mengajukan permohonan agar pemeriksaan dimajukan sehari lebih awal.

Baca Juga  Dana CSR Bank Indonesia Dikorupsi KPK Periksa Eks Pejabat dan Geledah Rumah Anggota DPR

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan proyek pembangunan dan perawatan jalur kereta api di berbagai wilayah, termasuk Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Kasus ini berawal dari dugaan suap yang melibatkan PT Istana Putra Agung (IPA) Dion Renato Sugiarto kepada pejabat di Balai Teknik Perkeretaapian Semarang. Suap yang diberikan beragam, berdasarkan persentase dari nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait