Transaksi Crossing Jumbo Saham Bukalapak (BUKA) Sentuh Rp2,08 Triliun di Pasar Negosiasi

JurnalLugas.Com – Sebuah transaksi crossing jumbo terjadi pada saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 9 Oktober 2024. Transaksi ini berhasil mencatatkan nilai yang signifikan, mencapai Rp2,08 triliun. Dengan volume sebesar 134,49 juta lot saham atau sekitar 13,4 miliar saham, transaksi ini dilakukan di pasar negosiasi.

Harga Transaksi Premium

Bacaan Lainnya

Harga transaksi yang tercatat sebesar Rp153 per saham. Harga ini tergolong premium dibandingkan harga di pasar reguler yang berada di kisaran Rp147 hingga Rp150 per saham. Meskipun premium, nilai transaksi tersebut masih jauh di bawah harga IPO (penawaran saham perdana) BUKA yang mencapai Rp850 per saham pada Agustus 2021.

Baca Juga  Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Melonjak Rumor Akuisisi e-commerce China Temu dan Divestasi di BBHI

Mekanisme Transaksi Crossing

Berdasarkan data yang tersedia, belum diketahui siapa broker atau sekuritas yang memfasilitasi transaksi ini. Informasi mengenai kode broker masih tertutup selama jam perdagangan. Namun, melihat volume transaksi yang identik, besar kemungkinan ini adalah transaksi crossing, di mana transaksi dilakukan secara tutup sendiri oleh pihak yang sama dengan fasilitasi dari anggota bursa yang sama.

Penurunan Saham BUKA di Pasar Reguler

Pada perdagangan Jumat, 13 September 2024, saham BUKA mengalami penurunan sebesar 2,72 persen, ditutup pada harga Rp143 per saham. Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp212,03 miliar, dengan volume mencapai 1,49 juta saham.

Spekulasi Akuisisi oleh E-commerce China

Dalam beberapa waktu terakhir, saham Bukalapak menjadi topik hangat di kalangan pelaku pasar. Kenaikan tajam harga saham BUKA diduga dipicu oleh rumor akuisisi oleh e-commerce asal China, Temu. Rumor ini menimbulkan spekulasi bahwa BUKA bisa menjadi target akuisisi, serupa dengan yang terjadi pada platform TikTok dan Tokopedia. Namun, hingga kini, izin operasional Temu di Indonesia belum dikeluarkan, sehingga belum ada kepastian terkait kabar tersebut.

Baca Juga  Daftar Produk Fisik yang Masih Bisa Dipesan di Bukalapak Hingga Februari 2025

Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, para investor tentu perlu mencermati perkembangan terbaru mengenai saham BUKA dan potensi aksi korporasi di masa mendatang.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait