Bandar Narkoba di Balik “Jumat Berkah” Modus Licik Berjubah Agama

JurnalLugas.Com – Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin kompleks dengan berbagai modus yang digunakan para bandar untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Salah satu taktik yang baru-baru ini disorot adalah penggunaan istilah “Jumat Berkah” oleh bandar narkoba untuk menyamarkan bisnis haram mereka atau berjubah agama.

Penyalahgunaan Istilah Religius untuk Kepentingan Bisnis Ilegal

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Mathinus Hukom, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena ini. Dalam pernyataannya di Pangkal Pinang pada Jumat, 7 Maret 2025, ia menyoroti bagaimana bandar narkoba memanfaatkan hasil penjualan narkoba untuk kegiatan sosial, seperti pembagian sembako, dengan kedok kebaikan di hari Jumat.

Bacaan Lainnya

“Saya sedih ada bandar narkoba menggunakan istilah Jumat Berkah untuk mengambil hati masyarakat,” ujar Mathinus Hukom.

Praktik ini tidak hanya bertujuan untuk membangun citra baik di mata masyarakat, tetapi juga untuk melindungi operasi mereka dari tindakan hukum. Dengan mendapatkan simpati warga, aparat penegak hukum bisa mengalami kesulitan dalam menangani peredaran narkoba di daerah tersebut.

Baca Juga  Vonis Mati Kompol Satria Nanda Kompolnas Peringatan Keras bagi Anggota Polri Main Narkoba

Ancaman Kartel Narkoba di Indonesia

Lebih lanjut, Mathinus Hukom mengungkapkan bahwa para bandar narkoba mulai menyusun kekuatan di komunitas tertentu, bahkan hingga melakukan perlawanan terhadap aparat yang mencoba masuk ke wilayah mereka.

“Ingat ini cikal bakal kartel-kartel narkoba yang terjadi di Amerika Latin. Ketika polisi, jaksa, BNN, dan tentara tidak kuat, elemen kejahatan akan menguasai daerah itu,” tegasnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan menghadapi situasi seperti di beberapa negara Amerika Latin, di mana kartel narkoba memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat dan pemerintahan setempat.

Dampak bagi Generasi Muda dan Keamanan Negara

Mathinus menegaskan bahwa jika elemen kejahatan semakin kuat, maka masa depan generasi penerus bangsa akan berada dalam ancaman serius. Ketika masyarakat mulai mendukung bandar narkoba, maka nilai moral dan hukum akan terkikis, sehingga negara kehilangan kendali terhadap daerah-daerah tertentu.

Baca Juga  BNN Jangan Jadikan Kemiskinan Alasan Jualan Narkoba

“Perasaan kita semua seperti apa jika bandar narkoba ini sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat? Ini tentunya harus dicegah. Jangan sampai elemen kejahatan lebih kuat dibandingkan negara,” tutupnya.

Fenomena penggunaan istilah “Jumat Berkah” oleh bandar narkoba adalah alarm bahaya bagi kita semua. Masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh kebaikan semu yang sebenarnya memiliki maksud tersembunyi. Dukungan terhadap pemberantasan narkoba harus diperkuat agar Indonesia tidak jatuh ke dalam cengkeraman kartel narkoba seperti yang terjadi di negara lain.

Untuk informasi lebih lanjut dan berita terkini, kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait