Prabowo Murka soal Mark Up Proyek, Presiden Pencurian Terang-Terangan Rugikan Rakyat

JurnalLugas.Com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap tegas terhadap praktik mark up yang masih membayangi tata kelola proyek dan perusahaan negara. Di hadapan jajaran pejabat dan pimpinan sektor energi, Presiden menilai mark up bukan sekadar penyimpangan administratif, melainkan tindakan kriminal yang merugikan negara secara nyata.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Dalam pidatonya, Presiden menyebut praktik tersebut sebagai bentuk penipuan yang dilakukan secara terang-terangan.

Bacaan Lainnya

Mark up itu penipuan. Itu sama saja mencuri di siang hari dan rakyat yang dirugikan,” ujar Prabowo singkat namun tegas.

Presiden mengaku prihatin karena pola-pola lama yang sarat manipulasi masih coba dipertahankan oleh sebagian oknum. Padahal, menurutnya, kemajuan teknologi dan sistem digital saat ini membuat segala bentuk kecurangan jauh lebih mudah terdeteksi.

Baca Juga  Prabowo Setujui Pencabutan Moratorium Pekerja Migran ke Arab Saudi Potensi Devisa Rp31 Triliun

Kalau masih ada pejabat ingin memakai cara lama, itu keliru dan memalukan,” kata Kepala Negara.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia membutuhkan manajemen kelas dunia yang mampu mengelola aset negara secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa BUMN, khususnya di sektor strategis seperti energi, memikul tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa.

Negara menuntut pengelolaan terbaik. Kelola dengan jujur dan benar,” tegasnya.

Peresmian RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting bagi ketahanan energi nasional. Kilang ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan menjadi proyek pengembangan kilang pertama yang diresmikan kembali setelah lebih dari tiga dekade, sejak terakhir dilakukan pada 1994.

Presiden menyampaikan optimismenya bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga menyinggung besarnya potensi sumber daya alam Indonesia. Ia menyebut energi terbarukan seperti biodiesel dari kelapa sawit, panas bumi, tenaga surya, hingga tenaga air sebagai modal besar menuju swasembada energi.

Baca Juga  Setahun Prabowo–Gibran 83,5% Masyarakat Puas Kata Index Politica

Kita punya semua yang dibutuhkan. Kita tidak boleh terus bergantung pada energi dari luar,” ucap Presiden.

Menurut Prabowo, kemandirian energi adalah bagian dari harga diri bangsa. Dengan pengelolaan yang bersih dan profesional, Indonesia diyakini mampu berdiri sejajar dengan negara maju.

Peringatan keras Presiden terhadap praktik mark up sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi penyimpangan dalam proyek strategis nasional. RDMP Balikpapan pun diharapkan bukan hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur energi, tetapi juga contoh tata kelola yang bersih dan berintegritas.

Ikuti perkembangan berita nasional dan isu strategis lainnya di https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait