Kebakaran Lahan Meluas di Pelalawan, Puluhan Hektar Hangus Area Desa Sokoi

JurnalLugas.Com — Kebakaran lahan kembali menjadi ancaman serius di Provinsi Riau. Memasuki penghujung Mei 2026, petugas pemadam dari Manggala Agni terus berjibaku mengendalikan kobaran api yang melanda kawasan Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 60 hektare dengan kondisi vegetasi yang sangat kering sehingga mempercepat penyebaran api.

Sejak diterjunkan ke lokasi, tim pemadam menghadapi tantangan berat berupa material mudah terbakar yang tersebar luas di area kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pengendalian api membutuhkan strategi khusus serta pengerahan personel secara intensif.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa personel Manggala Agni dari Daerah Operasi Rengat telah dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Menurutnya, upaya pada fase awal belum memberikan hasil maksimal karena tingginya potensi bahan bakar alami yang memperbesar intensitas kebakaran.

Baca Juga  UMP Riau 2026 Naik 7,74% UMK Kota Dumai Paling Tinggi, Simak Daftar Lengkapnya

“Area yang terdampak cukup luas dan kondisi lahan sangat kering sehingga penanganan membutuhkan waktu serta tenaga ekstra,” ujar Ferdian Minggu 31 Mei 2026.

Pemantauan terbaru menunjukkan sebagian titik api utama di sektor selatan telah berhasil dikendalikan. Namun demikian, asap masih terlihat muncul dari beberapa bagian lahan sehingga proses pemadaman terus dilanjutkan guna mencegah kebakaran kembali meluas.

Untuk mempercepat penguasaan situasi, petugas membagi kekuatan menjadi dua kelompok. Satu tim difokuskan menahan laju api utama, sementara tim lainnya bergerak menekan penyebaran api di sisi-sisi area terdampak. Langkah tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan udara memperlihatkan skala kebakaran yang cukup besar disertai kepulan asap tebal.

Tidak hanya di Pelalawan, operasi pemadaman juga berlangsung di sejumlah wilayah lain di Riau yang mengalami kebakaran lahan. Di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, kondisi lapangan mulai menunjukkan perkembangan positif setelah petugas melakukan pemadaman berkelanjutan selama beberapa hari.

Operasi di wilayah tersebut turut mendapat dukungan armada udara berupa helikopter water bombing yang membantu menjatuhkan air ke titik-titik sulit dijangkau dari darat. Faktor cuaca yang relatif bersahabat dengan kecepatan angin yang tidak terlalu tinggi juga menjadi keuntungan dalam proses pengendalian kebakaran.

Baca Juga  Program Satu Rumah Satu Sarjana, Riau Siapkan Beasiswa Rp62 Miliar

Sementara itu, di Kabupaten Rokan Hilir, tepatnya wilayah Pasir Limau Kapas, petugas melaporkan capaian pemadaman yang cukup signifikan. Fokus kegiatan saat ini diarahkan pada tahap pendinginan guna memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Meningkatnya aktivitas penanganan kebakaran di sejumlah daerah menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi musim kering. Upaya pencegahan dan respons cepat dinilai menjadi kunci untuk menekan dampak kerusakan lingkungan sekaligus mencegah gangguan kualitas udara yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

Baca berita dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com.

(Bowo)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait