JurnalLugas.Com – Pemerintah kembali menyerukan pentingnya menjaga ketenangan di Aceh setelah kericuhan terjadi dalam rangkaian peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berharap situasi di Aceh tetap terkendali dan seluruh elemen masyarakat menahan diri.
Pesan tersebut disampaikan Yusril setelah mengikuti Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Yusril mengatakan pemerintah berharap kondisi Aceh sudah kembali kondusif. Menurut dia, suasana damai harus dijaga bersama agar masyarakat dapat menjalani aktivitas tanpa ketegangan.
“Mudah-mudahan Aceh kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan serta kedamaian,” kata Yusril, Senin 17 Agustus 2026.
Menurut Yusril, menjaga perdamaian Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk memastikan kondisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tetap terpelihara.
Ia juga menegaskan pemerintah menghormati masyarakat Aceh yang memiliki kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah menyadari masih terdapat berbagai persoalan yang perlu diselesaikan. Yusril menyatakan pemerintah bersama masyarakat harus bekerja untuk memperbaiki berbagai kekurangan dan membangun keadaan Aceh menjadi lebih baik.
“Kita harus bekerja bersama memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada,” ujarnya.
Seruan tersebut muncul setelah suasana sempat memanas dalam kegiatan zikir dan doa bersama untuk memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kericuhan terjadi setelah sejumlah orang mengibarkan Bendera Bulan Bintang yang selama ini dikaitkan dengan sejarah Gerakan Aceh Merdeka. Aparat kemudian melakukan penertiban terhadap pengibaran bendera tersebut dan situasi di lokasi sempat diwarnai ketegangan.
Peristiwa itu menjadi perhatian karena terjadi dalam momentum yang seharusnya menjadi pengingat perjalanan perdamaian Aceh.
Pemprov Aceh Ajak Masyarakat Menjaga Perdamaian
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan bahwa pelaksanaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Aceh pada Senin berlangsung aman.
Fadhlullah mengajak masyarakat tidak memperbesar ketegangan dan bersama-sama mempertahankan suasana yang aman di seluruh wilayah Aceh.
Ia menilai kedamaian menjadi modal penting untuk membangun Aceh agar lebih sejahtera dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“Kami mengajak masyarakat Aceh menjaga kedamaian dan ketenangan serta bersama membangun Aceh yang sejahtera,” kata Fadhlullah.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perjalanan panjang Aceh setelah kesepakatan damai yang mengakhiri konflik bersenjata antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka.
Momentum 21 tahun Hari Damai Aceh seharusnya tidak hanya dipandang sebagai agenda peringatan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat pentingnya menjaga stabilitas dan menyelesaikan persoalan melalui jalur damai.
Pemerintah pusat maupun pemerintah Aceh kini menghadapi tantangan untuk memastikan perbedaan pandangan di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi konflik baru.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpancing oleh isu yang berpotensi memperkeruh keadaan. Dialog, komunikasi, serta penyelesaian persoalan melalui mekanisme hukum menjadi pilihan yang jauh lebih penting untuk menjaga situasi tetap stabil.
Berita nasional dan perkembangan terkini lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto)






