JurnalLugas.Com – Emiten perkebunan, PT FAP Agri Tbk (FAPA), berencana melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai yang cukup signifikan. Dalam prospektus terbaru, perusahaan ini menyatakan peningkatan persentase saham yang akan dibeli kembali dari target awal 5 persen menjadi 8,05 persen dari jumlah saham yang beredar.
Dengan adanya perubahan ini, total anggaran untuk buyback saham pun meningkat dari Rp900 miliar menjadi Rp1,55 triliun. Berdasarkan kalkulasi, jumlah maksimum saham yang akan dibeli kembali oleh FAPA mencapai 292,2 juta lembar.
Manajemen FAPA menjelaskan bahwa saham-saham yang dibeli dalam aksi buyback ini akan disimpan sebagai saham treasuri dengan jangka waktu maksimal tiga tahun. “Perseroan berencana menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari 3 tahun,” jelas manajemen FAPA dalam prospektus yang dirilis pada Rabu (6/11/2024).
Untuk melanjutkan aksi korporasi buyback ini, FAPA akan meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 13 Desember 2024. Setelah mendapatkan persetujuan tersebut, pelaksanaan buyback diharapkan selesai paling lambat dalam 12 bulan setelah RUPSLB.
Sebagai informasi tambahan, FAPA telah menyelesaikan buyback pada tahap awal sebanyak 70,74 juta lembar saham dengan nilai Rp375,37 miliar.
Saat ini, harga saham FAPA mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen menjadi Rp5.325 per saham. Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar FAPA tercatat mencapai Rp19,33 triliun, sementara rasio Price to Earnings Ratio (PER) berada pada 51,05 dan Price to Book Value Ratio (PBVR) sebesar 4,91.






