JurnalLugas.Com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan komitmennya untuk menindak tegas jika terbukti ada oknum Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang terlibat dalam kasus sindikat perdagangan bayi yang diungkap Polda Jawa Barat. Tito juga menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH).
“Kalau memang ada yang terlibat, saya berharap ditindak tegas oleh penegak hukum,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2025.
Menurut Tito, Kemendagri melalui Dukcapil akan membantu proses hukum yang sedang berjalan, salah satunya dengan memberikan keterangan sebagai saksi ahli terkait prosedur penerbitan dokumen kependudukan, seperti akta kelahiran.
“Kalau diminta, kita siap jadi saksi ahli. Saya izinkan dari Dukcapil memberikan penjelasan teknis, seperti bagaimana seharusnya proses penerbitan akta kelahiran itu dilakukan,” jelasnya.
Tito mengaku belum menerima informasi detail mengenai dugaan keterlibatan oknum Disdukcapil dalam kasus ini. Ia menegaskan bahwa secara struktural, Dukcapil berada di bawah wewenang pemerintah daerah masing-masing.
“Dukcapil ini berada di bawah kepala daerah, baik kabupaten maupun kota. Bahkan ada yang operasional di tingkat kecamatan. Datanya memang dikirim ke pusat, tapi secara pengawasan berada di level daerah. Jadi tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran oleh oknum yang di luar kontrol Kemendagri,” jelas mantan Kapolri tersebut.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas negara yang menjual bayi ke Singapura. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 12 tersangka.
“Dari keterangan tersangka, bayi dijual oleh ibu kandungnya sendiri dengan kisaran harga Rp11 juta hingga Rp16 juta,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Surawan, pada Selasa, 15 Juli 2025.
Penyidikan kasus ini masih terus berkembang, dan Kemendagri menyatakan siap mendukung penegakan hukum demi mencegah terulangnya praktik perdagangan manusia.
Selengkapnya di JurnalLugas.Com






